Sinden dan Dalang Cilik, Banyumas Bangkitkan Tradisi
- 05 Sep 2025 09:46 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Upaya pelestarian budaya lokal terus digencarkan di Kabupaten Banyumas. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan sinden dan dalang di Bale Pendapa Adipati Mrapat Kecamatan Banyumas, tepatnya di Museum Wayang dan Dinas Porabudpar Kabupaten Banyumas.
Acara yang dilaksanakan dua hari yakni 2-3 September 2025 kemarin, menyasar p-ada anak-anak muda dan usia dini. Pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang sudah memiliki bakat, tetapi juga bagi pemula yang memiliki minat dan tekad dalam seni pedalangan.
Ki Panji Laksono Among Carito, selaku Dalang Senior di Banyumas menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para peserta muda yang mengikuti pelatihan dengan semangat tinggi. Sebab, faktanya masih banyak gereasi muda yang ingin dan bertekad menjadi dalang maupun sinden.
“Saya sangat respek karena ternyata masih banyak generasi dini yang ingin dan bertekad menjadi dalang maupun sinden. Bahkan banyak dari mereka yang benar-benar memulai dari nol, tanpa paksaan atau desakan,” ucapnya.
/vbi5n8848l8fhj0.jpeg)
Menurutnya, bila potensi yang ada saat ini terus dirawat dan dibina dengan pendekatan yang tepat sesuai paugeran (aturan) dan teori-teori seni pedalangan. Maka bukan tidak mungkin mereka akan tumbuh menjadi seniman yang berbobot.
“Dari segi sabet dan suluk, anak-anak ini sudah mulai menunjukkan bakatnya. Tinggal bagaimana kita memolesnya, menyesuaikan dengan usia dan memaknai filosofi serta pesan moral dalam sastra pedalangan,” katanya.
Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini menurut Ki Panji adalah menanamkan kebanggaan terhadap gaya Banyumasan. Di mana Banyumas memiliki gaya khas pedalangan yang berasal dari wilayah Banyumas itu sendiri.
“Saya selalu tekankan kepada peserta bahwa gaya Banyumasan adalah gaya yang istimewa. Bukan berarti membandingkan dengan gaya lain, tapi kenyataannya gaya ini dianggap sulit dan menarik oleh banyak kalangan,” katanya.
“Gaya Banyumasan itu kaya. Ia memiliki suluk sendiri, iringan khas, dan gaya sanggit lakon yang berbeda. Kalau ini dikuasai, baru nanti silakan eksplor gaya-gaya lain sebagai pelengkap,”.

Sehingga Ki Panji berharap agar para peserta menguasai terlebih dahulu gaya Banyumasan secara murni, sebelum mempelajari gaya pedalangan dari daerah lain. Sebab, Pelatihan seperti ini menjadi salah satu strategi konkret dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah.
Dengan melibatkan generasi muda sejak dini, diharapkan budaya lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang seiring zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Sehingga benih-benih yang ada sekarang ini harus benar-benar dirumati (dirawat).
"Kalau kita tekun dan sabar membimbing mereka, ke depan kita akan punya generasi dalang dan sinden yang tidak hanya piawai, tapi juga paham akar budayanya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....