Pilihan Madu Murni di Tengah Pasar Olahan

  • 04 Agt 2025 15:15 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Di tengah maraknya peredaran madu olahan, Rahmat Sudarmadji pemilik usaha madu Sorban di Purwokerto tetap konsisten menawarkan produk madu murni hasil budidaya lebah milik keluarganya. Usaha yang telah dirintis sejak tahun 1980 yang menjadi salah satu rujukan bagi konsumen yang menginginkan madu alami berkualitas.

"Kami sendiri sudah meneruskan usaha keluarga dari tahun 80-an sampai hari ini. Dan di Purwokerto ini adalah tempat hasil panen kami kita display di sini. Gudang utama kami ada di Pantura,” kata Rahmat pada Jumat (01/08/2025).

Rahmat menggunakan lebah jenis Apis mellifera, Lebah ini dikenal lebih mudah di kembang biakan dan tidak agresif. Soal pemasaran, Rahmat menyebut madu produksinya sebagian besar dipasarkan ke lingkungan sekitar dan ada juga yang di kirim ke luar negri.

Ia juga menyoroti tingginya peredaran madu olahan di Indonesia yang menurutnya mencapai 80 persen.

“Madu murni kan madu yang langka. Karena bisa dipastikan sekarang di Indonesia sendiri 80 persen lebih madu yang beredar itu dipastikan madu-madu olahan, yang ada sakarin dan pemanis buatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa metode konvensional seperti tes tisu atau pembakaran tak lagi bisa membedakan madu murni dan olahan, karena pelaku pemalsuan sudah semakin Pintar.

Terkait harga, ia menyebut madu murni memang lebih mahal karena kualitas dan proses produksinya, Rahmat juga menyampaikan bahwa produk madunya telah diuji di laboratorium untuk memastikan kemurnian dan keamanan konsumsi, termasuk uji bebas bakteri E.coli

Di akhir wawancara, ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi madu murni semakin meningkat. “Jangan tergiur harga murah. Madu murni itu investasi untuk kesehatan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....