Ondol, Makanan Khas Wanayasa Bisa Jadi Bahan Tulisan

  • 26 Jun 2025 15:13 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banjarnegara: Jika dalam sebuah acara resmi terdapat snack box di depan meja, tentu hal biasa. Menjadi luar biasa ketika ternyata snack yang ada di depan meja adalah ondol, makanan tradisional khas Wanayasa.

Hal itu terjadi dalam kegiatan sesi 3 Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, Kamis (26/6/2025) di Aula Niscala Perpustakaan Daerah Banjarnegara. Di hadapan Kepala Disarpus Banjarnegara Arief Rahman dan tiga narasumber Bimtek, cemilan ondol tampak tersedia. Ternyata, ondol tersebut dibawa oleh salah satu peserta Bimtek, Sri Wahyuningsih, yang juga menulis esai berjudul "Nikmatnya Ondol-ondol Mama Ali Piasa Wetan". Sri menulisnya untuk naskah buku yang rencananya akan diterbitkan oleh Perpusnas.

Pegiat literasi Indra Hari Purnama mengungkapkan bahwa cemilan seperti ondol pun bisa menjadi bahan tulisan. "Namun tentunya kita harus membedakan antara tulisan yang sifatnya endorse dengan esai untuk umum. Kita tentu akan fokus kepada ondolnya atau mungkin tokoh pembuatnya. Yang jelas bahan tulisan konten budaya lokal itu melimpah di sekitar kita," ujar Indra.

Kepala Disarpus Banjarnegara Arief Rahman mengungkapkan makanan tradisional seperti ondol akan menjadi menarik dan dapat dipasarkan secara luas ketika dikemas dan dinarasikan dengan baik.

"Saya yakin sesuatu yang dikemas dan dipromosikan dengan baik akan laku secara luas. Ini bisa dilakukan oleh para penulis. Jadi jika ditekuni, saya yakin menjadi penulis juga bisa mendapatkan hasil yang tinggi," ujar Arief.

Narasumber lainnya, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan, apa yang ditulis oleh para peserta Bimtek bisa menjadi dasar dirinya dan Dinparbud Banjarnegara untuk mengajukan Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

"Tulisan dari para peserta nanti dapat saya ajukan ke Dinparbud sebagai bahan kajian penetapan cagar budaya dan juga WBTB. Ini kerjasama yang saling mendukung jika dilakukan. Dinparbud harus berani mengajukan WBTB yang ada di Banjarnegara, seperti kuliner tradisional dan lain-lain. Kuncinya harus berani mengajukan, dan karya teman-teman penulis akan sangat membantu," ujar Heni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....