Teknik Aman Sembelih Sapi dari Kang Jajal

  • 03 Jun 2025 15:08 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Koordinator Kang Jajal (Tukang Jagal Halal) Kabupaten Banyumas, Fauzan Azis, mengingatkan pentingnya teknik penyembelihan yang aman dan sesuai prinsip kesejahteraan hewan, terutama menjelang Iduladha. Ia menyoroti perlakuan terhadap sapi kurban yang kerap diabaikan oleh sebagian panitia, padahal memiliki dampak langsung terhadap keselamatan jagal dan kenyamanan hewan.

“Yang utama itu perlakuan pada sapi. Sapi, apalagi yang dari Australia, punya tenaga luar biasa. Kalau tidak hati-hati, bisa membahayakan,” kata Fauzan dalam sesi edukasi teknis kepada panitia kurban di Singasari Kecamatan Karanglewas Selasa ( 3/6/2025).

Menurut Fauzan, sapi kurban idealnya diistirahatkan terlebih dahulu setelah sampai di lokasi penyembelihan. Sapi perlu diberi makan, ditempatkan di lokasi yang tenang, dan dijauhkan dari kerumunan orang. Suasana gaduh dan banyaknya penonton bisa membuat hewan stres, sehingga sulit dikendalikan.

Fauzan juga mengungkapkan dua metode utama dalam proses merebahkan sapi, yakni metode manual menggunakan tali dan metode restrain box (kandang pembatas).

“Kalau manual, minimal harus tiga orang. Satu penarik tali di leher, dua lainnya mengikat kaki depan dan belakang. Kaki depan harus diikat lebih dulu karena jadi tumpuan utama saat sapi berusaha bangun,” jelasnya.

Teknik pengikatan juga harus dilakukan dari samping, bukan dari belakang, demi keselamatan jagal. Kepala sapi pun perlu ditarik ke atas untuk mencegah risiko cedera saat proses penyembelihan berlangsung.

“Kalau pakai metode dorong, jangan dua tangan. Satu tangan harus pegang pisau dengan mantap. Metode tarik lebih aman, tapi tetap butuh pisau standar,” ujarnya.

Adapun metode restrain box biasanya digunakan di rumah potong hewan (RPH). Di sana, sapi dimasukkan ke dalam alat khusus, kepala dan badan diikat, lalu direbahkan secara perlahan. Menurut Fauzan, metode ini lebih minim risiko karena sapi sudah dalam posisi terkendali sebelum disembelih.

Namun ia mengingatkan bahwa lokasi penyembelihan juga harus diperhatikan. “Jangan sampai lantainya dari besi atau ada celah-celah tajam yang bisa membahayakan hewan maupun petugas. Saya pernah lihat, karena terlalu dipaksakan, malah pisau tidak bisa masuk dan bisa mencederai hewan,” katanya.

Dengan edukasi ini, Fauzan berharap para panitia kurban di Banyumas bisa menjalankan proses penyembelihan dengan lebih aman, profesional, dan sesuai syariat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....