Revitalisasi Sekolah Dimulai di Hari Pendidikan, SDN 2 Purwokerto Wetan Jadi Percontohan
- 02 Mei 2025 11:43 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Pemerintah Republik Indonesia di bawah komando Presiden Prabowo Subianto memulai langkah nyata dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5/2025), program revitalisasi sekolah resmi dimulai, salah satunya di SD Negeri 2 Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.
Sekolah dasar yang terletak di pusat kota ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya perbaikan infrastruktur pendidikan. Beberapa bagian atap sekolah ini telah rusak, tembok retak, dan sejumlah fasilitas lain mengalami kerusakan.
“Situasi hari ini harus kami akui, lebih kurang 40 persen ruang kelas di Indonesia mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Itu dari total 439.000 sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikdasmen,” ungkap Tenaga Ahli Utama PCO, Hariqo Satria, saat menyerahkan bantuan revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran di SDN 2 Purwokerto Wetan.
Pemerintah pun menggelontorkan dana besar untuk mengatasi kondisi tersebut. Tahun 2025, anggaran senilai Rp 17,1 triliun dialokasikan untuk memperbaiki sebanyak 10.440 ruang kelas di seluruh Indonesia.
“Kondisi ruang kelas yang rusak membuat siswa tidak nyaman belajar dan bahkan berpotensi membahayakan keselamatan mereka. Tidak mungkin anak-anak bisa meraih cita-cita jika harus belajar dalam suasana bangunan yang nyaris runtuh,” tegas Hariqo.
Dengan peningkatan sarana dan prasarana, Hariqo berharap kualitas pendidikan akan ikut terangkat. “Presiden ingin 20 tahun ke depan anak-anak Indonesia punya penghasilan tinggi, mendapat pekerjaan layak, hidup sehat dan cerdas, serta mampu bersaing di tingkat global. Itu misi besar kita menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Jumeri, menyampaikan bahwa revitalisasi fisik sekolah akan dibarengi dengan digitalisasi pembelajaran.
“Kedua aspek ini kami kawal agar anak-anak tidak hanya menikmati bangunan yang layak, tapi juga sistem pembelajaran yang modern dan relevan dengan zaman,” jelas Jumeri.
Ia juga menyebut bahwa SD Negeri 2 Purwokerto Wetan menjadi pilot project dari program revitalisasi dan digitalisasi ini.
“Setelah ini, kami akan terus melakukan inventarisasi dan menghitung kebutuhan sekolah lain yang mengalami kondisi serupa,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....