Harga Kedelai Naik, Penjual Tempe Pertahankan Harga

  • 21 Apr 2025 15:07 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Kebumen: Harga kedelai kembali melonjak menjadi Rp10 ribu perkilo beberapa minggu belakangan. Kenaikan harga ini mempengaruhi pelaku usaha makanan, terutama tempe dan tahu, yang sangat bergantung pada bahan baku kedelai.

Namun, di tengah lonjakan harga kedelai, sejumlah penjual tempe memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual. Langkah ini diambil demi menjaga loyalitas pembeli dan mempertahankan daya saing di pasar.

Salah satu penjual tempe di Pasar Purwogondo, Angel, mengaku sengaja tidak menaikkan harga tetapi mengurangi ukuran tempe yang dijual. Ia memproduksi tempe sendiri di rumah, sehingga lebih mudah untuk menentukan dan menyesuaikan harga meskipun harga bahan bakunya naik.

“(Tempe) yang batang Rp2 ribu, yang buntel gini Rp1 ribu, (harganya) tetap normal,” katanya.

Angel sudah merasakan lonjakan harga kedelai sejak sebelum bulan puasa kemarin. Menurutnya lonjakan ini disebabkan oleh kurs dolar yang meningkat.

Para penjual tempe berharap keputusan untuk tidak menaikkan harga dapat menarik lebih banyak pembeli. “Semoga banyak peminatnya aja sih,” ujarnya. (Zirly/Vinta)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....