Mas Bogi: Jalur Tepian Sungai Serayu di Tambaknegara Potensial Jadi Wisata Kuliner Telo
- 18 Jan 2025 18:11 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus mendorong pemberdayaan petani yang membudidayakan tanaman pertanian pengganti beras dan berorientasi ekspor. Di wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui program kemitraan dengan sejumlah industri.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Asfirla Harisanto mengatakan, pihaknya akan mengajak masyarakat, untuk membudiyakan tanaman singkong atau ketela, yang hasil olahannya berorientasi eskpor, dan sangat potensial mendapat peluang pasar.
"Meskipun UMKM ketela atau singkong di Banyumas sudah berjalan tapi belum dikelola menjadi suatu produk yang kualitas ekspor. Apalagi Banyumas menjadi salah satu sentra penghasil ketela atau singkong di Jawa Tengah", ujar tutur Mas Bogi panggilan akrab Asfirla Harisanto, saat pertemuan dengan anggota kelompok tani Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Tambaknagera Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas Sabtu (18/1/2025) di Warung kebon.
Untuk itu, dalam rangka HUT PDIP ke 52 lanjutnya, sesuai amanah Ibu Ketua Umum PDIP pada tahun 2022 mengenai gagasan tanaman pengganti beras yang sudah dijalankan membuat anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDIP Asfirla Harisanto hadir untuk mendorong dan memfasilitasi para petani di Banyumas agar mengembangkan tanaman singkong dengan hasil yang lebih bervariasi dan beragam sehingga ada nilai tambah bagi petani.
"Kami akan memberikan pendampingan, dan bantuan yang diperlukan oleh Petani, baik aspek budidayanya, misalnya jenis singkong yang berkwalitas, pengolahannya, yang meliputi teuknologi dan peralatan, menjadi produk siap ekspor, hingga akses perbankan untuk memenuhi permodalan mereka,” kata Mas Bogi.

Pertemuan petani LMDH Desa Tambaknegara Rawalo dengan anggota DPRD Jateng Asfirla
Upaya untuk mendorong para petani akan terus dilakukan dengan membantu menjembatani program kemitraan pengusaha dengan para petani secara kerja nyata, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan para Petani yang membudidayakan singkong menjadi makanan olahan yang bisa menembus pasar ekspor.
“Kemitraan antara perusahaan dengan para petani sangat penting, sebagai upaya agar para petani bisa masuk rantai produksi global, serta meningkatkan peluang untuk dapat memasok bahan baku dengan harga di atas harga pasaran,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan Desa Tambaknegara komoditas pertanian yang bisa ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri yang berorentasi ekspor salah satunya singkong, sehingga nilainya lebih menguntungkan petani.
Kemitraan antara perusahaan dengan para petani sangat penting, sebagai upaya agar para petani bisa masuk rantai produksi global, serta meningkatkan peluang untuk dapat memasok bahan baku dengan harga di atas harga pasaran.
Asfirlam mengatakan, Jawa tengah sudah pernah ekspor makanan hasil olahan singkong ke Amerika dan Eropa, namun dari kabupaten Banyumas masih harus ditingkatkan kwalitasnya (hasil olahannya).
Singkong yang diolah menjadi makanan tradisional tetap penting, namun perlu juga dibudidayakan menjadi makanan yang lebih variatif. dan Ketela itu adalah makanan sehat.
"Inilah yang kita tekankan masuk ke dunia ekspor harganya akan naik berlipat-lipat, ini yang kita tekankan kepada UMKM.Selamam ini mungkin sebagian petani cenderung digunakan secara pribadi untuk UMKM, masih konvensional"ujar Asfirla.
Dalam pertemuan dengan para petani terseebut Mas Bogi menghadirkan pakar Pertanian komoditas ekspor dan UMKM, Drs. Sutomo.
Sutomo menjelaskan, jenis singkong yang untuk diekspor itu sulit didapatkan, kadang ada dan kadang tidak ada. Saat ini, kata Sutomo, daerah di Indonesia yang menjadi pengekspor tapioka terbesar ke Tiongkok yaitu Lampung.
"Kalau Jawa Tengah itu sedikit, yang terbesar Lampung dan Lampung itu terbesar, ekspor jenis tapioka ke China dan ke Eropa itu luar biasa makanya ini kalau disini kan tanamannya baru sedikit udah biar tanam aja di lahan-lahan yang marginal jangan lahan yang pangan ya karena pangan biar aja pangan nanti cari lahan dan hutan untuk singkong karena singkong itu relatif panjang,"imbuh Sutomo.
Rekomendasi jenis singkong yang enak itu namanya Cimanggu, selain produktivitas tinggi dan kualitas ekspor. Satu batang jenis singkong ini bisa menghasilkan 100 kilogram dibanding singkong biasa yang hanya 3 sampai 4 kilogram satu pohonnya.
"Nanti kalau kita ajarkan yang sambung itu bisa sampai 100 kilo," kata Sutomo.

Penyerahan bibit singkong ke petani LMDH Desa Tambaknegara
Menurut Sutomo, pengembangan tanaman singkong menjadi lebih bervariasi sebenarnya ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Jadi kreativitas perlu ditumbuhkan di masyarakat supaya produknya beragam tidak hanya singkongnya itu itu aja,.Karena itu, para petani perlu mendapatkan pelatihan agar tanaman singkong ada nilai tambahnya.
Jika penanaman singkong dan diolah lebih beragam dan bervariasi ini berjalan, berdampak kepada orang untuk berwisata ke Desa Tambaknegara Rawalo.
Mengingat, lahan para petani singkong Desa Tambaknegara Rawalo berasa di jalur ramai. Bahkan Jalur jalan di Tambaknegara ini berpotensi menjadi wisata kuliner berbahan dasar singkong atau telo.
"Nanti kan kita latih supaya mereka punya hasil yang bagus. Yang penting kita latih sampai bisa dari mas Asfirla kan yang akan bantu nanti dari Dewan Perwakilan Rakyat. Kalau saya dari tim ahlinya mas Asfirla kan paling membantu teknis pembuatan sampai mereka bisa kalau sudah bisa otomatis kan tinggal pemasaranya juga kita bantu Insya Allah,"ungkap dia.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Tambaknegara Rawalo Banyumas, Aris Mulyono menyambut baik program pengembangan tanaman singkong. "Tawaran ini bagus. Mudah-mudahan terealisasi sehingga warga masyarakat bisa sejahtera," ucap Aris Mulyono.
Pengurus DPC PDIP Kabupaten Banyumas David Okta Nugraha dalam kesempatan kunjua Anggota DPRD provinsi Jawa Tengah tersebut, mengatakan ini terobosan di tahun 2025 mengembangkan inovasi produknya, kita ajari produknya karena akan kita serap untuk pasar ekspor.
"Jadi kita berikan inovasi makanan berbahan singkong keju dan nanti kita programkan studi banding ke Semarang dan Salatigao, di sana ada yang terkenal namanya D9. Disana mereka nanti tahu kebunnya seperti apa cara penanamannya, pemeliharannya sampai penyajiannya", ungkap David.
Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan bibit tanaman singkong sebagai percontohan, pada lahan yang dikelola oleh LMDH Tambak negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....