Finishing Jembatan Pegalongan-Mandirancan Butuh Biaya Rp 5 Miliar

  • 28 Des 2024 21:02 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Meski secara fungsi sudah bisa dipergunakan, Jembatan Pegalongan-Mandirancan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih belum 100 persen rampung. Masih ada sejumlah fasilitas pelengkap jalan yang perlu dibangun, seperti trotoar, drainase, dan lain sebagainya.

Penjabat (Pj) Bupati Banyumas Iwanuddin Iskandar menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas pelengkap jalan tersebut sedikitnya membutuhkan biaya Rp 5 miliar. Biaya tersebut rencananya akan dipenuhi pada 2025 dengan menggunakan anggaran di tahun tersebut.

“Masih ada kekurangan untuk finishing-finishing (jembatan). Biaya tersebut akan disesuaikan untuk 2025 atau dialokasikan di sistem perubahan karena memang kebutuhannya berkaitan dengan keselamatan warga pengguna jembatan,” ucap Iwanuddin.

Iwanuddin menambahkan, Jembatan Pegalongan-Mandirancan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran jembatan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur lokal, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan ekonomi dan dapat menjadi salah satu instrument menurunkan tingkat kemiskinan di Banyumas. Ia berharap, jembatan yang sudah dibangun bisa dirawat dengan baik, sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan tidak adanya daerah di Banyumas yang terisolasi karena alasan jembatan rusak. Kemudian nanti nilai ekonomi masyarakat dan daerah tentunya akan meningkat,” tutur Iwanuddin.

Jembatan Pengalongan-Mandirancan mulai dibangun sejak 2019 dengan menelan anggaran Rp 62 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN. Proyek pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengadaan lahan, pengerjaan konstruksi, sampai pengaspalan yang selesai pada 2024.

Sebelum diresmikan, jembatan ini sudah dibuka dan dilakukan secara buka tutup karena masih adanya pengerjaan badan jalan. Pada musim lebaran kemarin sudah dilakukan uji coba sebelum diaspal dan sudah bisa dilalui dengan baik untuk mengurai kemacetan.

Akhirnya, setelah menunggu lebih kurang lima tahun, Jembatan Pegalongan-Mandirancan, yang menghubungkan Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja dan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, resmi dibuka dan dapat dipergunakan mulai Senin (23/12/2024).

Peresmian tersebut langsung dilakukan oleh Pj Bupati Banyumas Iwanuddin Iskandar, bersama Ketua DRPD Banyumas Subagyo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kresnawan Wahyu Kristoyo, ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. (FR).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....