Tanggul Kemiren Rampung, Novita Wijayanti: Cegah Abrasi dan Destinasi Wisata Cantik

  • 21 Nov 2024 15:42 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Cilacap: Pembangunan tanggul pemecah ombak di pesisir Pantai Selatan Cilacap sudah dalam tahap selesai dibangun. Terutama di wilayah Pantai Kemiren, Kelurahan Tegalkamulya, Kecamatan Cilacap Selatan.

Pembangunan tanggul sepanjang 6,3 km ini menggunakan anggaran dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 613 miliar. Tanggul dibuat dari Pantai Tegalkamulyan hingga ke Pantai Lengkong, Karang Kandri.

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti mengatakan jika pembangunan tanggul ini merupakan upaya untuk mengatasi masalah abrasi yang selama ini mengancam wilayah pesisir di kawasan tersebut.

Sebelumnya, abrasi yang terjadi di sepanjang pantai ini menyebabkan air laut meluap hingga ke pemukiman warga, merusak infrastruktur jalan, dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

Keadaan ini menjadi keluhan utama bagi warga setempat, terutama saat musim rob (air pasang) yang mengakibatkan air laut merendam jalanan dan rumah-rumah.

“Pemkab Cilacap menusulkan di tahun 2019,lalu diperkuat pada tahun 2021 saat Covid-19,dan usulan ini disambut baik oleh PUPR dan mmeberikan anggaran Rp 316miliar untuk penanganan abrasi di Cilacap,” ujar Novita aat Tasyakuran Pembangunan Tanggul Pantai Kemiren pada Kamis (21/11/2024).

Tanggul ini memiliki elevasi 5,75 meter, dan lebar 4 meter. Di titik-titik tertentu tanggul dilengkapi dengan jogging track, terutama di daerah wisata seperti Pantai Tegalkamulyan dan Pantai Kemiren Cilacap, yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

“Pantai Kemiren jadi sangat cantik, Alhamdulillah, abrasi tertangani dan bisa menjadi tiitk wisata sehingga bisa membangun perekonomian warga sekitar sini,” katanya.

Meksipun ada tanggul pemecah ombak ini, nelayan juga tela disiapkan lokasi untuk menambatkan perahunya, yakni di sekitar Pantai Lengkong.

PPK Sungai dan Pantai 1 BBWS Serayu Opak Yogyakarta, Dedi Supriyadi mengatakan jika tanggul tersebut dibangun untuk mempertahankan garis Pantai. Di mana sebelum Pembangunan garis Pantai sudah mudur atua tergerus sekitar 10-50 meter ke darat.

“Tanggul pemecah ombak ini menggunakan teknologi pancang yang diperkirakan dapat bertahan hingga 100 tahun,” katanya.

Sehingga dengan adanya tanggul ini menjadikannya sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah abrasi di kawasan Pantai Kemiren.

Novita Wijayanti berhara nantinya tanggul penahan abrasi di Pantai Kemiren ini akan diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto atau Menteri PUPR Dody Hanggono.(*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....