Pembudidaya Benih Lele di Banyumas Implementasikan Sistem Closed Hatchery

  • 21 Okt 2024 08:32 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Mina Mandiri yang berlokasi di Desa Babakan, Karanglewas, Banyumas kini mulai mengimplementasikan sistem closed hatchery untuk budidaya benih ikan lele. Tidak hanya itu, penerapan Internet of Things (IoT) juga dilakukan. Hal ini bertujuan agar hasil produksi mereka dapat meningkat.

Implementasi system closed hatchery dan IoT tersebut diinisiasi oleh Tim Dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Mereka adalah Aryanti Indah Setyastuti, S.Pi., M.Si., Anri Kurniawan, S.TP., M.Sc., dan Sania Ferika, S.E., MAk., Ak., CA.

Aryanti Indah Setyastuti selaku ketua tim menyampaikan selama ini budidaya benih ikan lele yang dilakukan Pokdakan Sumber Mina Mandiri masih menggunakan metode konvensional. Sistem ini dinilai memiliki sejumlah kekurangan, diantaranya factor cuaca yang membuat ikan mudah mati. Selain itu keberadaan predator seperti katak, ular, kelelawar dan beberapa hewan lainnya juga membuat produksi menjadi turun.

Untuk itu melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang mendapatkan pendanaan hibah dari DRTPM Kemdikbud Ristek Anggaran Tahun 2024 ini Tim Dosen dari UNU Purwokerto berupaya mendorong agar Pokdakan tersebut bisa beralih menggunakan system closed hatchery. Dengan system ini benih lele dapat lebih terlindungi dari faktor cuaca dan predator.

“Sistem terbuka itu kan rawan factor eksternal yang mempengaruhi tingkat produksi benih lele. Predator itu kan juga bisa membawa penyakit, sehingga bisa membuat seluruh benih di kolam terkontaminasi,” katanya.

Sistem ini diterapkan dengan membangun atap dan menutup bagian sisi kolam dengan menggunakan jala. Selain itu juga dilakukan penambahan jumlah kolam, dari yang tadinya hanya 6 kini bertambah menjadi 12.

“Sekeliling kolam ditutup dengan jarring sebagai pencegah predator masuk ke kolam, dan di bagian atas ditutup dengan plastic UV. Karena terlalu banyak sinar UV ini bisa menyebabkan fluktuasi suhu yang bisa meeningkatkan resiko kematian benih,” ujarnya.

Ketua Pokdakan Sumber Mina Mandiri, Muchamad Fajri menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Dia mengakui sebelumnya faktor cuaca dan predator yang mengakibatkan penurunan produksi benih.

“Kendala dari dulu kan hujan dan panas mengubah suhu air, terus adanya hama yang memakan benih. Perlindungan seperti ini yang diharapkan oleh kami,” katanya.

Selain pembuatan sistem closed hatchery, integrasi teknologi IoT juga dilakukan. IoT tersebut berfungsi untuk untuk sistem proteksi dini, pemantauan dan monitoring kualitas air kolam.

Pada aspek manajemen, Tim Dosen dari UNU Purwokerto juga memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan usaha yang lebih ringkas, rapi, informatif, dan transparan. Ini bertujuan agar cashflow dan laporan laba-rugi dari kegiatan usaha dapat terdokumentasikan dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....