Lapar Batin dan Pencarian Validasi di Era Digital

  • 18 Mar 2026 13:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Fenomena "lapar batin" dan ketergantungan pada validasi sosial media menjadi tantangan serius bagi kesehatan spiritual generasi muda saat ini. Hal tersebut menjadi topik diskusi bersama Alfri Saifudin, S.Pd., M.Pd, Kepala Asrama K.H. Abu Dardiri UMP dalam program Kafe Ramadan di Pro 2 FM Purwokerto, Rabu (4/3/2026).

Dalam diskusi bertajuk "Lapar yang Dipamerkan, Sepi yang Disembunyikan", Alfri menyoroti bagaimana banyak individu saat ini terjebak dalam kekosongan jiwa meskipun secara fisik terlihat sibuk dengan berbagai aktivitas duniawi maupun seremoni ibadah.

Alfri menjelaskan bahwa sosial media telah melahirkan "narkoba baru" berupa kebutuhan akan validasi. Seseorang cenderung merasa perlu memamerkan penderitaan atau aktivitas ibadahnya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Jika pengakuan tersebut tidak didapatkan, hati sering kali merasa hampa dan "tantrum" secara spiritual. "Banyak pemuda yang semangat berbagi takjil atau buka bersama hanya demi konten, namun terkadang melupakan ibadah wajib seperti shalat.

Hati mereka menjadi kosong karena yang dikejar adalah penilaian manusia, bukan ridha Tuhan," tegas Alfri.

Ciri-Ciri Kelaparan Spiritual

Ia memaparkan beberapa indikator seseorang mengalami kelaparan batin, di antaranya adalah kebiasaan menggunakan waktu luang untuk aktivitas tanpa makna seperti melakukan scrolling gawai secara berlebihan, serta melakukan ibadah hanya sebatas gerakan fisik tanpa disertai kehadiran hati.

Lebih lanjut, Alfri menekankan bahwa hiburan dan keramaian tongkrongan hanyalah obat sesaat yang tidak mampu menyembuhkan kesepian batin yang mendalam. "Tuhan itu menghibur kita dengan cara mewajibkan shalat. Jika dilakukan dengan benar, shalat akan memberikan ketenangan yang tidak bisa didapatkan dari hiburan mana pun," tambahnya.

Ramadan sebagai Ruang Penyembuhan

Momentum Ramadan, khususnya malam Lailatul Qadar, disebut sebagai waktu terbaik untuk melakukan "penyembuhan batin". Alfri mengajak umat Muslim untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sebagai kunci utama untuk mendapatkan kelapangan hati.

"Jangan sibuk hanya untuk terlihat berjuang di media sosial, tapi lupa caranya berjuang yang sesungguhnya di hadapan Tuhan. Yang menyelamatkan kita bukanlah pencitraan, melainkan ridha dari Allah Subhanahu wa ta'ala," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....