Resolusi Ilmu: Cahaya Amal menuju Keberkahan Ramadan
- 16 Mar 2026 14:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Ramadan bukan sekadar momentum untuk memperbanyak ibadah ritual, melainkan waktu terbaik untuk memperbaiki niat dan kualitas keilmuan seorang muslim. Hal tersebut mengemuka dalam program "Syiar Ramadan" di Pro 1 Purwokerto pada Rabu (4/3/2026), yang menghadirkan narasumber Ustadzah Hj. Sri Ningsih, S.Pd., M.Si.
Dalam kajian bertajuk "Resolusi dalam Masalah Ilmu", Ustazah Sri Ningsih menekankan bahwa ilmu merupakan kebutuhan pokok dan fondasi utama sebelum beramal. Tanpa ilmu, ibadah seseorang beresiko keliru dan dakwah dapat menyimpang dari tuntunan yang benar.
"Ilmu adalah obor yang menerangi perjalanan hidup menuju kebahagiaan akhirat. Beramal tanpa ilmu ibarat melakukan perjalanan tanpa peta, pelakunya akan tersesat dan tidak sampai pada tujuan," ungkapnya.
Ustazah Sri Ningsih menjelaskan bahwa Ramadan memberikan kelapangan waktu bagi umat Muslim untuk fokus menambah wawasan agama. Pengurangan jam kerja dan banyaknya majelis ilmu melalui ceramah subuh, dhuha, hingga menjelang berbuka, harus dimanfaatkan sebagai resolusi diri untuk meningkatkan pemahaman tauhid dan fiqih ibadah.
Ia juga menggarisbawahi bahwa ciri ilmu yang bermanfaat adalah tumbuhnya rasa takut (khasyah) kepada Allah SWT. Rasa takut ini bukan membawa keputusasaan, melainkan melahirkan sifat tawadhu atau rendah hati, kelembutan hati, serta sikap pemaaf kepada sesama.
Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai keragaman organisasi Islam, Ustazah Sri Ningsih mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam fanatisme buta atau taklid. Ia mengajak masyarakat untuk selalu merujuk pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai standar kebenaran mutlak.
"Kita tidak boleh seperti makan prasmanan dalam berilmu, hanya memilih yang disukai saja. Selama rujukan dakwah adalah Al-Qur'an dan Sunnah, kita berkewajiban untuk menghormati dan mengikutinya meskipun berasal dari kelompok yang berbeda," tegasnya.
Selain ilmu agama yang bersifat fardhu ain, Ustazah Sri Ningsih juga mendorong umat untuk mengeksplorasi ilmu dunia sebagai fardu kifayah. Ia mencontohkan bagaimana penguasaan ilmu praktis, seperti memasak atau berdagang, dapat menjadi jalan kemandirian ekonomi jika ditekuni dengan serius (man jadda wajada).
Sebagai penutup, ia merangkum empat poin utama resolusi ilmu: menjadikan ilmu sebagai pondasi amal, meluruskan niat hanya karena Allah, menumbuhkan rasa takut kepada Sang Pencipta, serta mengamalkan ilmu untuk memperbaiki akhlak dan menyelamatkan umat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....