Distribusi BBM Jateng-DIY Dipastikan Aman, Jalur Alternatif Bencana Disiapkan
- 16 Mar 2026 09:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap – Menjelang puncak arus mudik dan arus balik Lebaran, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan tetap aman. Pertamina Patra Niaga menyiapkan berbagai langkah antisipasi, terutama untuk menjaga kelancaran distribusi di wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
Berdasarkan data Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, stok BBM di Fuel Terminal (FT) Maos ditingkatkan sekitar 4–5 persen selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Sementara stok LPG yang dipasok dari Depot LPG Balongan, Cilacap, dan Obsico juga ditambah sekitar 6,7 persen guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat saat mudik.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, mengatakan distribusi BBM di wilayah Jawa Tengah dan DIY saat ini dilayani oleh 473 armada mobil tangki dengan jumlah tonase MT mencapai 10.589 kiloliter. Dengan rata-rata ritase 2,3 perjalanan per hari, penyaluran BBM diproyeksikan mampu mencapai sekitar 25.944 kiloliter per hari.
“Mobil tangki ini sebagai ujung tombak distribusi BBM dari Terminal kepada masyarakat, disiapkan 473 unit mobil tangki dan 1.901 orang awak mobil tangki (AMT),” katanya dalam Preskon Satgas Rafi 2026.
Untuk LPG, distribusi dilakukan menggunakan 249 unit mobil tangki, terdiri dari armada milik Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) serta armada Pertamina Patra Logistik. Dengan ritase sekitar 1,5 perjalanan per hari, distribusi LPG mampu mencapai sekitar 3.884 metrik ton per hari, sementara kebutuhan rata-rata di wilayah Jawa Tengah dan DIY berada di kisaran lebih dari 3.000 metrik ton per hari.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina juga menyiapkan sekitar 1.901 Awak Mobil Tangki (AMT) serta 70 personel cadangan guna mengantisipasi kondisi darurat seperti kemacetan panjang maupun gangguan perjalanan. Seluruh armada juga dipantau melalui sistem pengendalian terpusat di Regional Traffic Control (RTC).
Sebagai langkah antisipasi, jalur distribusi BBM dan LPG juga telah dipetakan berdasarkan potensi risiko bencana seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
“Ada beberapa wilayah yang menjadi atensi terkait rawan bencana, jadi mobil tangka ini sudah dikendalikan oleh control room, masing-masing mobil sudah dipersiapkan rute sesuai tujuan SPBU, jika terjadi gangguan di jalur utama, awak mobil tangki dapat segera melaporkan kondisi tersebut ke pusat kontrol sehingga jalur alternatif dapat langsung diterapkan agar distribusi tetap berjalan,” katanya.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain kawasan rawan banjir di jalur Pantura dan Pansela serta daerah aliran sungai besar seperti Bengawan Solo. Selain itu, wilayah pegunungan seperti Dieng, Banjarnegara, Purworejo, Kabupaten Semarang, Blora, dan Tawangmangu juga dipetakan sebagai daerah rawan longsor.
Selain itu, di lokasi wisata juga menjadi perhatian distribusi, antisipasinya dengan mempercepat waktu distribusi. Fanda mencontohkan saat libur Nataru di Yogyakarta, Terminal BBM Rewulu yang biasanya beroperasi pukul 04.00 WIB dimajukan menjadi pukul 02.00 WIB agar mobil tangki dapat berangkat lebih cepat menuju wilayah tujuan.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pertamina memastikan distribusi BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY tetap berjalan lancar meskipun terjadi lonjakan konsumsi maupun potensi gangguan akibat bencana di jalur distribusi.
“Poin di sini, kita sudah mempersiapkan jalur alternatifnya, sehingga tidak akan terlalu berdampak pada pengiriman mobil tangkinya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....