Pengajian Unik di SMAN 1 Sigaluh, Dakwah Pakai Musik

  • 13 Mar 2026 10:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Panggung pengajian kali ini berbeda. Tak ada mimbar ataupun sofa, yang ada justru kursi tinggi khas kursi nongkrong penyangi yang tampil di cafe. Alat musik hiburannya pun bukan rebana, namun gitar listrik akustik. Ustadznya pun jauh dari dandanan standar: baju koko, sarung, apa lagi peci atau sorban, namun memakai topi, baju hoodie, celana gombrong khas tampilan anak skena. Tak ada ceramah monolog, namun dialog dengan sesekali justru menyanyi bersama.

Itulah gambaran pengajian Ramadan yang digelar di SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Kamis 12 Maret 2026. Kegiatan pengajian bertajuk ‘’Ramadan Bulan Suci Mari Menata Hati dan Perbaiki Diri Untuk Raih Ridho Ilahi’’ digelar di ruang GOR Indoor SMAN 1 Sigaluh. Adalah Rhidio Arkani Diadon atau akrab dipanggil Diadon dari Sedulur Ngaji yang menjadi narasumber bagi siswa SMAN 1 Sigaluh yang tentunya para genzi.

Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan pengajian ini dapat menambah keimanan serta memberikan motivasi positif bagi para siswa.

"Kita ngaji dengan cara yang asyik dan pasti kalian suka karena pengajian ini nanti ada live musiknya," ujar Linovia berapi-api.

Dengan gaya santai dan menarik, ustadz Diadon menyampaikan tema-tema yang ringan dan dekat dengan gaya anak muda kekinian. Suasana pun menjadi lebih hidup. Bahkan, di beberapa momen para siswa secara kompak bernyanyi bersama sehingga membuat kegiatan terasa lebih menyenangkan.

Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir, tanpa ada yang bermain gawai karena sementara gawai mereka disita oleh panitia selama acara. Suasana pengajian yang santai namun penuh makna membuat para peserta merasa senang dan tetap mendapatkan pesan moral yang disampaikan.

Dalam ceramahnya ustadz Diadon menyampaikan bahwa kunci kesuksesan adalah taat kepada Allah serta menjaga diri dari pergaulan yang kurang baik. "Jadilah anak skena, semua karena Allah semata. Kalian harus fokus pada pendidikan dan masa depan, serta menghindari pacaran karena hal tersebut tidak menentukan kesuksesan seseorang," ujar Diadon yang disambut dengan riuh anak-anak yang sepertinya kebanyakan tersindir.

Gaya pengajian melibatkan musik sebenarnya bukanlah hal baru. Publik tentu mengenal Raja Dangdut Rhoma Irama dengan nada dan dakwahnya bersama OM Soneta. Atau, Cak Nun juga eksis berdakwah dengan gamelan Kyai Kanjengnya yang selalu dihadiri ribuan jamaah.

Mereka memiliki keunikan tersendiri dalam berdakwah, menyasar masyarakat umum yang tak dapat tertarik maupun tersentuh gaya pengajian konvensional. Pengasuh Ponpes Miftahus Sholihin Brayut Sigaluh KH Nafis Athoillah mengungkapkan bahwa sah-sah saja berdakwah atau ngaji dengan mempergunakan musik.

"Musik itu kan netral sifatnya. Bisa untuk kebaikan, bisa juga untuk keburukan. Tergantung pada pemakainya. Dalam berdakwah dengan musik, bahkan Wali Songo melalui Sunan Bonang menjadikan media musik untuk mendakwahi masyarakat Nusantara yang saat itu masih Hindu Budha. Bisa dilihat saat ini, keberhasilan dakwah mereka salah satunya juga melalui media musik sebagai alat bantu Islamisasi di Indonesia," jelas Bendahara Umum MUI Banjarnegara ini.

Rekomendasi Berita