Baznas Banjarnegara Salurkan Bantuan Rp 1,2 Miliar untuk Ribuan Mustahik
- 12 Mar 2026 13:06 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi dengan total nilai lebih dari Rp 1,2 miliar kepada ribuan masyarakat kurang mampu (mustahik) di wilayah Banjarnegara.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Sasana Bhakti Praja, Banjarnegara, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana, Ketua DPRD Banjarnegara, perwakilan Bank Indonesia Cabang Purwokerto, serta ratusan penyuluh agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara.
Ketua Baznas Banjarnegara H Sutedjo Slamet Utomo mengatakan para penyuluh agama Islam memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam penyaluran bantuan.
Menurut dia, penyuluh agama merupakan pihak yang paling memahami kondisi masyarakat di lapangan.
“Penyuluh agama Islam ini yang mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Mereka tahu siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan, termasuk para janda dan keluarga prasejahtera, karena setiap hari berinteraksi dan mendampingi warga,” ujar Sutedjo.
Sutedjo menjelaskan, pada penyaluran kali ini Baznas Banjarnegara menyalurkan bantuan uang tunai dan sembako melalui kerja sama dengan 139 penyuluh agama Islam.
Bantuan uang tunai yang disalurkan mencapai Rp695.000.000 bagi 1.390 mustahik tetap yang tersebar di 266 desa dan 12 kelurahan. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000.
Selain itu, Baznas juga menyalurkan 1.700 paket sembako dengan total nilai Rp510.000.000 atau senilai Rp300.000 per paket.
Baznas juga memberikan bantuan khusus berupa 950 paket sembako bagi tukang becak, kusir dokar, dan sopir angkutan kota.
Sutedjo menekankan pentingnya akurasi data penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Jangan sampai yang rumahnya sudah bagus justru menerima bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan malah terlewat. Ini harus tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana mengapresiasi langkah Baznas yang dinilai konsisten mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN), untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Amalia, pengelolaan dana tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara.