Pemkab Banyumas Siapkan 5 Langkah Jaga Kondusivitas Lebaran
- 10 Mar 2026 22:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan lima langkah strategis untuk memastikan kondisi wilayah tetap kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Upaya tersebut mencakup pengawasan harga pangan, pengamanan distribusi, hingga peningkatan keselamatan transportasi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Langkah tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan di Smartroom Purwokerto, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan yang mengusung tema “Sinergi Pengendalian Inflasi, Ketahanan Pangan, Stabilitas Keamanan dan Mitigasi Risiko guna Mendukung Kondusifitas Jelang dan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Banyumas” tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk mematangkan kesiapan daerah menyambut momentum Lebaran.
Dalam sambutannya, Lintarti menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat kesiapan wilayah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Mengingat kondisi global yang saat ini tidak stabil, seluruh jajaran pemangku kepentingan diharapkan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Lintarti.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala yang dapat memengaruhi stabilitas wilayah.
“Setiap sektor diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kendala secara dini dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal,” jelasnya.
Untuk menjaga kenyamanan masyarakat selama masa Lebaran, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan lima langkah strategis. Pertama, melakukan pengawasan ketat harga melalui pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan secara intensif di pasar-pasar.
Kedua, memastikan keamanan pasokan dengan menjaga kelancaran jalur distribusi pangan di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Ketiga, melakukan intervensi pasar melalui penyelenggaraan program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara bergilir di berbagai lokasi.
Keempat, memperkuat produksi pangan melalui pengembangan klaster pangan serta memastikan ketersediaan komoditas utama. Kelima, meningkatkan sarana prasarana dan keselamatan dengan pemeliharaan kualitas jalan serta pengecekan menyeluruh terhadap armada angkutan umum guna menjamin keselamatan para pemudik.
Selain upaya dari pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan pola belanja bijak dengan membeli kebutuhan secara wajar dan sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas harga di pasar.
“Dengan sinergi dan kerja sama yang kuat, saya yakin momen Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi seluruh warga,” tutur Lintarti.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas Fatichuddin memaparkan perkembangan inflasi di wilayah Purwokerto. Ia menyebutkan bahwa pada Februari 2026 Purwokerto mengalami inflasi month to month sebesar 0,78 persen, berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi.
Lima komoditas dengan andil inflasi terbesar yaitu daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, dan telur ayam ras 0,06 persen.
Sementara itu, tiga komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu bensin sebesar -0,05 persen, wortel -0,01 persen, dan bawang putih -0,01 persen.
Menurut Fatichuddin, inflasi pada Februari 2026 terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat paling tinggi dibandingkan lima tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan akibat libur bersama Tahun Baru Imlek serta awal Ramadan.
"Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan akibat dua momentum besar, yakni libur bersama Tahun Baru Imlek pada minggu kedua Februari serta awal Ramadan pada minggu ketiga Februari," kata Fatichuddin.
Selain itu, tingginya intensitas hujan juga memengaruhi produksi hortikultura sehingga memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Sementara kenaikan harga beras terjadi karena sebagian wilayah belum memasuki masa panen.
Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan stabilitas harga dan pasokan pangan di Kabupaten Banyumas dapat tetap terjaga hingga pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....