Ramadan Asyik: Stop Toxic Habit!

  • 02 Mar 2026 11:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Bulan Ramadan seharusnya menjadi ladang pahala dan kesempatan bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketaatan serta rasa syukur kepada Allah SWT. Seringkali tantangan besar ini muncul dalam bentuk perilaku yang terlihat sepele namun dapat merusak atau yang kini dikenal dengan istilah toxic habit. Bersama dengan Havidz Cahya P., M.Pd. Dosen FAI UMP dalam acara Cafe Ramadan RRI Purwokerto (1/3/2026).

Kebiasaan diri yang secara perlahan dapat menimbulkan keburukan dan kerugian dalam jangka panjang disebut dengan toxic habit. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang merasa telah melakukan banyak ibadah dan amal kebaikan, namun tanpa disadari, pahala tersebut hilang karena kebiasaan buruk yang tetap dipelihara, sehingga hasil yang didapatkan tidak optimal dan merugikan diri sendiri.

“Toxic habit itu ibarat kita mengisi air ke dalam wadah, tapi ternyata ada lubang di bawahnya. Kita merasa sudah penuh dan kuat, tapi ternyata pahala dan maknanya hilang karena kebiasaan buruk yang tidak disadari,” ucapnya.

Salah satu contoh nyata dari kebiasaan toxic habit ini adalah penggunaan media sosial yang tidak terkontrol atau doom scrolling. Kegiatan ini dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk memantau trend terbaru karena takut ketinggalan informasi (FOMO), seperti trend gaya hidup hingga konsumsi konten yang tidak tepat bagi kehidupan mereka.

Selain penggunaan teknologi, perilaku yang berlebihan dalam hal konsumsi juga menjadi sorotan. Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat menjadi toxic karena membuat tubuh menjadi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas ibadah di malam hari.

Dalam hal ini, pengendalian diri sangat diperlukan untuk keseimbangan karena sesuatu yang dilakukan secara berlebihan justru akan mendatangkan keburukan dan menghilangkan hikmah dari berpuasa itu sendiri. Dengan menyadari setiap tindakan, mulai dari membatasi waktu layar (screen time) hingga menjaga lisan serta perbuatan, Ramadan akan terasa lebih asyik dan bermakna. (Alin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....