Ramadhan Jadi Momentum Tinggalkan Kebiasaan Buruk
- 01 Mar 2026 19:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Ramadhan menjadi momentum untuk memperbaiki diri, termasuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak bermanfaat. Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Havidz Cahya P., M.Pd., dalam program Cafe Ramadhan Pro 2 RRI Purwokerto bertema “Ramadhan Asyik Tanpa Toxic Habit”, Minggu (1/3/2026) sore.
Havidz menyoroti salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan kalangan muda saat ini, yaitu scrolling media sosial secara berlebihan. Menurutnya, kebiasaan tersebut sering kali membuat waktu terbuang dan menurunkan produktivitas, terlebih ketika dilakukan tanpa kontrol selama bulan Ramadhan.
Ia mengatakan, Ramadhan seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki perilaku dan mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, maupun kegiatan positif lainnya.
“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Perbuatan-perbuatan buruk juga harus dihindari agar tidak menghilangkan esensi dari berpuasa,” ujarnya.
Havidz juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhari, bahwa barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.
Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari menahan diri secara fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga lisan, sikap, dan kebiasaan sehari-hari.
Melalui momentum Ramadhan, kaum muda diharapkan mampu mengurangi kebiasaan yang bersifat toxic habit serta menggantinya dengan aktivitas yang lebih produktif dan bernilai ibadah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....