Ramadan, Permintaan Kurma di Banyumas Naik sampai Dua Kali Lipat
- 26 Feb 2026 10:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Permintaan kurma selama bulan Ramadhan di Kabupaten Banyumas meningkat sampai dua kali lipat. Hal ini tidak lepas dari tradisi berbuka dan sahur menggunakan kurma yang bagi sebagian orang menjadi menu wajib.
Edi, pemilik toko kurma “Mazaya Kurma”, mengungkapkan penjulan kurma meningkat bukan hanya pada skala eceran melainkan pada skala grosir atau karton juga. Ia juga menambahkan bahwa hampir semua jenis kurma laris tanpa melihat jenis kurma tertentu.
“Ada Tunis Madu, Tunis Tangkai, Sukari, Mesir, dan ini ada produk baru itu dari Libya, Saudi namanya. Ada Ajwa, ada Ruthob, terus kurma Bam, lengkap kita jualnya. Semuanya tuh laku gitu, semuanya tuh banyak penggemarnya,” ujar Edi saat diwawancarai RRI, Rabu (25/2/2026).
Edi menceritakan selain untuk konsumsi rumah tangga, kurma juga dijadikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini menyebabkan penjualan dalam skala grosir meningkat drastis, walaupun begitu Edi menilai bahwa harga kurma sebagian besar stabil.
“Yang stabil itu untuk sekarang ini tuh Tunis Madu itu di harga Rp60.000 untuk eceran. Kita kan ngecerin juga per-kilo gitu. Terus untuk Sukari juga Rp60.000. Nah, Mesir, Mesir ini kan harga lagi naiknya luar biasa ya, untuk ecerannya kita di Rp40.000. Terus ada Tunis Tangkai Rp75.000, Ajwa Rp200.000, Medjool ada lagi Rp200.000,” ucap Edi.
Kondisi harga ini diakui oleh salah satu konsumen, Ayu. Ia merasa harga saat ini masih dalam batas wajar meskipun terdapat sedikit kenaikan dibandingkan tahun lalu.
“Jujur menurut aku harganya naik, tapi nggak signifikan gitu naiknya, dan juga pertimbangan aku waktu beli kurma sih selalu kualitasnya. Karena kan aku beli kurma itu selalu pas Ramadhan aja biar terasa lebih spesial aja gitu,” ucap Ayu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....