Kemenag Banyumas Dorong Ekonomi Syariah di Gebyar Ramadan

  • 26 Feb 2026 09:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi ekonomi umat di Kabupaten Banyumas. Melalui program ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mendorong masyarakat untuk semakin memahami prinsip-prinsip keuangan syariah sebagai bagian dari peningkatan kualitas ibadah dan kehidupan sosial selama bulan suci Ramadhan.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Banyumas, Agus Setiawan, S.Sos.I, menyampaikan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan ekonomi berbasis syariah. Menurutnya, literasi ini bertujuan agar umat tidak terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan serta mampu menata ekonomi keluarga dengan lebih bijak, yakni dengan mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan.

“Kita sebagai manusia punya keinginan yang tidak terbatas. Itu yang harus dikendalikan. Kalau ekonomi keluarga bisa tertata dengan baik, dampaknya juga akan berpengaruh pada ketahanan ekonomi yang lebih luas,” ujarnya pada Kamis (26/02/26).

Dalam pelaksanaannya, program ini digelar melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebanyak 40 penyuluh agama Islam di Banyumas mendapatkan pembekalan materi keuangan syariah untuk kemudian disosialisasikan secara langsung kepada masyarakat.

Para penyuluh tersebut menjadi ujung tombak penyebaran informasi melalui berbagai saluran, mulai dari khutbah Jumat di masjid, pengajian Ramadan, hingga majelis taklim. Momentum Ramadan dinilai sangat strategis karena partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan meningkat, sehingga pesan tentang ekonomi syariah lebih mudah diterima dan dipahami.

Selain edukasi pengelolaan keuangan keluarga, Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran investasi dan pinjaman ilegal. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa legalitas lembaga jasa keuangan melalui OJK sebelum mengambil keputusan finansial.

Melalui program ini, diharapkan Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan spiritualitas, tetapi juga menjadi titik awal perbaikan tata kelola ekonomi keluarga yang lebih sehat, berkah, dan berkelanjutan. Dengan penguatan literasi keuangan syariah, ketahanan ekonomi keluarga di Banyumas diharapkan semakin kokoh dan mampu berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....