Green Ramadan: Cara Spiritual Menjaga Ekosistem Bumi

  • 25 Feb 2026 19:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: "Curhatnya Pro2" pada Selasa (17/02), mengangkat tema "Menyongsong Green Ramadan, Perspektif Psikologi" dengan menghadirkan pakar psikologi, Uswatun Hasanah, S.Psi., M.A. Dalam sesi tersebut, Uswatun menjelaskan fenomena psikologi yang sering berlaku selama Ramadan, di mana individu cenderung untuk melakukan perbelanjaan berlebihan atau "balas dendam" pada saat berbuka puasa.

Beliau menyifatkan tindakan ini sebagai hedonic consumption atau penggunaan untuk kesenangan segera, yang akhirnya membawa kepada pembaziran makanan dan peningkatan sisa plastik secara mendadak. Berikut adalah beberapa perkara penting yang dibincangkan bagi merealisasikan konsep Ramadhan yang lebih mesra alam:

  1. Pengendalian Diri (Self-Regulation): Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi merupakan latihan kawalan diri yang mendalam. Dalam istilah psikologi, ini dikenali sebagai delay of gratification, iaitu keupayaan untuk menunda kepuasan demi kematangan emosi yang lebih baik.
  2. Empati Ekologi: Konsep empati semasa Ramadan perlu diperluaskan daripada hanya merasai kesusahan sesama manusia kepada keprihatinan terhadap penderitaan bumi (ecological empathy). Ini termasuklah kesadaran tentang rantaian panjang proses penghasilan makanan sehingga kita lebih menghargai setiap butir nasi yang dimakan.
  3. Moral dan Integritas Spiritual: Green Ramadan mendorong umat Islam untuk mengintegrasikan nilai ibadah dengan tanggung jawab terhadap alam sekitar. Uswatun menekankan bahwa menjaga bumi adalah sebagian dari amanah sebagai khalifah di muka bumi.
  4. Strategi Praktikal: Masyarakat disarankan untuk bisa melakukan hal-hal kecil namun berdampak seperti membawa botol minuman sendiri (tumbler), dan juga mengurangi penggunaan plastik.

Green Ramadhan mengajak kita mengubah pola pikir untuk menghindari konsumsi berlebihan (meaningful consumption). Tujuannya adalah agar latihan spiritual selama 30 hari ini menciptakan dampak positif yang nyata bagi kelestarian alam dan menjadi kebiasaan berkelanjutan, bahkan setelah Ramadhan usai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....