SDN 1 Kranji Sesuaikan Jam Belajar Selama Ramadan
- 24 Feb 2026 00:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Memasuki bulan suci Ramadan, berbagai satuan pendidikan mulai melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar guna menyesuaikan dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Penyesuaian ini dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif tanpa mengurangi esensi capaian akademik maupun pembentukan karakter peserta didik.
Kepala SD Negeri 1 Kranji, Ida Nurani, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah melakukan penyesuaian jam pembelajaran selama bulan Ramadan sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan. Penyesuaian tersebut bertujuan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif tanpa membebani siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Ia menjelaskan, durasi setiap jam pelajaran yang semula 35 menit kini dikurangi menjadi 25 menit. Selain itu, sekolah juga mengurangi aktivitas fisik siswa, membatasi pemberian pekerjaan rumah agar tidak memberatkan, serta mengurangi penggunaan internet dalam penugasan.
“Untuk penerapan kegiatan pembelajaran di sekolah, kami menyesuaikan dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan, di mana di dalamnya sudah mengatur kegiatan pembelajaran yang mengurangi aktivitas fisik, kemudian pemberian beban PR yang tidak membebani anak-anak, serta pengurangan penggunaan internet dalam pemberian tugas,” jelas Ida pada Senin (24/02/26).
Guna menjaga semangat dan konsentrasi siswa, sekolah menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang menarik agar siswa tetap aktif dan tidak terlalu merasakan lelah saat berpuasa.
Selain penyesuaian jam belajar, SD Negeri 1 Keranji juga mengadakan kegiatan pesantren Ramadan selama lima hari dalam satu pekan pembelajaran. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan siswa.
Meski begitu, Ida menyebutkan bahwa terdapat tantangan terbesar dengan diberlakukannya kebijakan ini, yakni bagaimana mengemas pembelajaran agar tetap menarik dan tujuan pembelajaran tetap tercapai secara optimal. Dengan strategi yang tepat, sekolah optimis siswa tetap mampu mengikuti kegiatan belajar dengan baik selama bulan Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....