Ustad Mintaraga: Syiar Penting, tapi Ketenangan Warga Harus Dijaga

  • 24 Feb 2026 00:03 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Perbedaan pandangan terkait penggunaan pengeras suara saat tadarus malam hari di bulan Ramadhan hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan. Hal itu disampaikan Ustad Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. saat menjawab pertanyaan pendengar dalam dialog interaktif Syiar Ramadhan on Location diMasjid 17 dengan tema “Menguatkan Persaudaraan, Jangan Mudah Terpecah.”

Ustad Mintaraga Eman Surya menyatakan, penggunaan pengeras suara untuk tadarus memang bagian dari syiar Islam, namun pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan kondisi dan kenyamanan lingkungan sekitar.

“Syiar itu penting, tetapi menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat juga bagian dari ajaran Islam. Jangan sampai niat ibadah justru menimbulkan kegaduhan atau perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Islam mengajarkan keseimbangan antara semangat beribadah dan menjaga kemaslahatan bersama. Menurutnya, jika muncul perbedaan pendapat, langkah terbaik adalah musyawarah.

“Takmir masjid dan warga perlu duduk bersama mencari titik temu. Bisa dengan mengatur waktu, menyesuaikan volume, atau memprioritaskan pengeras suara dalam ruangan agar tidak mengganggu,” katanya.

Ustad Mintaraga juga mengingatkan agar perbedaan tidak dibawa pada perdebatan emosional.

“Ramadhan adalah bulan melatih kesabaran dan memperkuat ukhuwah. Kalau ada perbedaan, selesaikan dengan komunikasi yang santun, bukan dengan saling menyalahkan,” tuturnya.

Ia berharap masjid tetap menjadi pusat ketenangan spiritual dan perekat persaudaraan di tengah masyarakat, sehingga Ramadhan benar-benar menghadirkan kedamaian bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....