Geliat Ekonomi di Depan Masjid Jenderal Besar Soedirman Selama Ramadan
- 20 Feb 2026 09:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Momen Ramadan 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat Purwokerto dengan memilih untuk menjadi pedagang takjil. Fenomena ini terlihat di sepanjang jalan depan Masjid Jenderal Besar Soedirman hingga SMA 2 Purwokerto yang ramai dengan pelaku UMKM berjejer pada Kamis (19/02/2026) sore.
Bagi para pedagang, momen Ramadan merupakan peluang besar untuk mencari pendapatan tambahan di tengah kenaikan harga bahan pokok. Ayu, pemilik usaha es pisang ijo dan es buah, mengaku peningkatan omzet hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah memang minatnya lumayan sih kalau di daerah sini. Karena sini kan juga jalurnya untuk orang-orang biasa lewat. Kalau dihitung ya mungkin dua kali lipat,” ujarnya saat diwawancarai RRI.
Meskipun bulan Ramadan selalu dibayangi dengan kenaikan harga bahan baku di setiap tahunnya, tetapi para pelaku UMKM memilih untuk tidak menaikkan harga jual. Mereka lebih memilih mengurangi margin keuntungan demi menjaga loyalitas pelanggan.
Perspektif berbeda datang dari Aksa, pedagang es campur dan es kuwut, yang baru pertama kali terjun berjualan di pasar Ramadan. Meski sempat mengalami kendala teknis, ia merasa hasil penjualannya tetap sesuai harapan karena dagangannya hampir habis terjual.
“Ya karena dengan persiapan saya yang sedemikian rupa terus dan jam datang juga tadi jam 16.30, (hasilnya) sesuai sih. Hampir habis,” ujarnya.
Aktivitas penjualan takjil menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan ekonomi kecil. Selain sebagai tempat mencari keuntungan, ajang ini juga menjadi sarana promosi gratis bagi merek UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas setelah bulan puasa berakhir.
Para pedagang berharap agar pasar ini semakin rapi dan bervariasi jenis kulinernya, sehingga menarik lebih banyak pengunjung dan mempererat kerja sama antar sesama pedagang. (Aamanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....