Awal Ramadan, Harga Daging Ayam Capai Rp42 ribu

  • 19 Feb 2026 11:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Memasuki awal bulan Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Manis Purwokerto mulai merangkak naik. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah daging ayam, yang menjadi menu favorit masyarakat untuk santap sahur dan berbuka puasa.

Kris, Pedagang Daging Ayam di Pasar Manis Purwokerto, mengatakan bahwa permintaan ayam mulai meningkat sejak H-2 Ramadan. Bahkan, lonjakan pembelian tahun ini terbilang cukup tinggi dibandingkan hari biasa.

“Iya, ada peningkatan sekitar 40 persen dibanding hari biasa. Lumayan besar,” ujarnya saat diwawancarai RRI Purwokerto, Rabu (18/02/2025).

Menurutnya, tren kenaikan permintaan biasanya sudah terasa sejak satu minggu sebelum Ramadan. Banyak konsumen membeli daging ayam untuk dijadikan stok kebutuhan selama awal bulan puasa.

Lonjakan permintaan tersebut berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Jika sebelum Ramadan harga daging ayam berada di kisaran Rp36.000 per kilogram, kini harganya telah naik menjadi Rp42.000 per kilogram.

“Memang begitu, kalau permintaan banyak tapi stok di kandang terbatas, harga pasti naik,” ucap Kris.

Selain meningkatnya kebutuhan pasar, keterbatasan pasokan dari distributor turut menjadi penyebab kenaikan harga. Para pedagang menyebut stok ayam hidup di kandang kini lebih dibatasi dibandingkan sebelumnya.

Dwi, salah satu pelaku usaha di sektor distribusi ayam, mengungkapkan bahwa adanya penyerapan dalam jumlah besar untuk Program MBG (Makan Bergizi Gratis) turut memengaruhi ketersediaan pasokan di pasaran. Hal tersbeut juga yang menjadi faktor awal kenaikan harga pada ayam.

“Ada faktor penyerapan dari program MBG yang cukup banyak, bisa sampai 30 persen. Selain itu, stok di kandang sekarang dibatasi oleh pihak perusahaan. Misalnya satu baris dijatah masuk 1.000 ekor, ya cuma keluar 1.000. Tidak bisa sembarangan lagi sekarang, semuanya diatur,” kata Dwi, menjelaskan.

Kondisi tersebut membuat harga dari pemasok meningkat, sehingga ruang keuntungan pedagang menjadi semakin tipis. Meski permintaan naik, pedagang tidak serta-merta memperoleh keuntungan lebih besar.

“Bagi kami pedagang, keuntungan justru berkurang karena harga dari pemasok sudah tinggi. Tapi kita juga tidak bisa menaikkan harga terlalu banyak ke konsumen,” katanya kembali.

Para pedagang berharap harga daging ayam dapat segera kembali stabil agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada komoditas tersebut sebagai sumber protein utama selama Ramadan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....