Perbedaan Awal Ramadan, Warga Banyumas Diminta Tetap Rukun

  • 19 Feb 2026 08:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Perbedaan penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mengajak warga untuk tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati di tengah adanya perbedaan.

Hal itu disampaikan usai pelaksanaan pemantauan hilal yang digelar Selasa (17/2/2026) sore, di Menara Pandang Teratai Purwokerto. Berdasarkan hasil pemantauan, posisi hilal berada pada ketinggian minus satu derajat atau masih di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk terlihat. Kondisi cuaca yang mendung di sekitar lokasi pemantauan juga semakin menghambat visibilitas hilal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, menjelaskan bahwa perbedaan dalam penetapan awal Ramadan bukanlah hal baru di Indonesia. Penentuan 1 Ramadan sendiri merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama RI dengan melibatkan 133 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa perbedaan metode maupun hasil penetapan hendaknya tidak menjadi pemicu perdebatan di tengah masyarakat. Menurutnya, keberagaman pandangan dalam penentuan awal Ramadan harus disikapi dengan kedewasaan dan semangat persaudaraan.

“Kami berharap masyarakat Banyumas tetap rukun, saling menghargai keputusan masing-masing, dan tidak menjadikan perbedaan ini sebagai alasan untuk saling menyalahkan,” ujarnya.

Ibnu juga mengajak seluruh warga untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita, memperkuat toleransi, serta menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Banyumas agar suasana tetap aman dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....