Momen Piala Dunia Dongkrak Penjualan Jersey di Purwokerto
- 11 Jun 2026 21:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Perhelatan Piala Dunia kembali membawa dampak positif bagi pelaku usaha perlengkapan olahraga di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Salah satunya dirasakan oleh JL Sport Purwokerto yang mencatat adanya peningkatan minat masyarakat terhadap pembelian jersey tim nasional peserta Piala Dunia.
JL Sport yang berlokasi di Grendeng, Purwokerto Utara, menyediakan berbagai jenis jersey, mulai dari kualitas lokal dengan harga terjangkau hingga jersey impor yang didatangkan dari luar negeri. Produk yang tersedia menyasar berbagai kalangan pecinta sepak bola.
“Kalau untuk kami disini ada beberapa jenis yang kami jual. Yang pertama yang sudah stok dan sudah jadi. Itu ada kualitas lokal yang buat Indonesia yang harganya terjangkau, sama kualitas luar negeri atau impor yang biasanya kami ambil dari Cina,” ujar Owner JL Sport Purwokerto Afri Putra Ramdani kepada RRI, Kamis (11/6/2026).
Menurut Afri, momentum Piala Dunia memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan permintaan jersey. Jika sebelumnya pembeli jersey datang dalam jumlah terbatas, kini minat masyarakat meningkat cukup tajam seiring berlangsungnya kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Ia menyebut jersey tim-tim unggulan menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen. Beberapa tim nasional yang mendominasi permintaan antara lain Jerman, Portugal, dan Argentina. Sementara itu, untuk merchandise selain jersey, minat pembeli masih relatif rendah.
“Kalau bicara jersey pasti ada peningkatan. Yang mungkin tadinya paling satu minggu hanya satu orang yang cari, sekarang dalam satu minggu bisa ada 10 sampai 20 orang yang mencari jersey, terutama yang berkaitan dengan Piala Dunia,” tututnya.
Dari sisi konsumen, mayoritas pembeli berasal dari kelompok usia remaja hingga dewasa muda. Segmentasi pasar JL Sport saat ini berada pada rentang usia 15 hingga 30 tahun yang dinilai sebagai kelompok paling aktif mengikuti perkembangan sepak bola internasional.
Afri juga menjelaskan bahwa sistem penjualan yang diterapkan saat ini lebih banyak menggunakan metode pre-order. Berbeda dengan masa awal berdirinya toko pada 2013 yang mengandalkan stok siap jual dalam jumlah besar, penurunan minat jersey pada beberapa tahun terakhir membuat sistem pemesanan menjadi pilihan yang lebih efektif.
“Harapan ke depan tentu penjualan jersey bisa meningkat secara signifikan. Namun yang juga menjadi perhatian adalah masih banyak konsumen yang mencari jersey tiruan atau KW dengan harga murah, padahal itu berkaitan dengan pelanggaran hak cipta dari merek-merek apparel resmi seperti brand ternama,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....