Mandi Bermimpi Akhiri Penantian Aljazair di Piala Dunia

  • 04 Jun 2026 12:26 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Tim Nasional Aljazair kembali tampil di Piala Dunia 2026 setelah absen selama 12 tahun sejak terakhir berlaga pada edisi 2014 di Brasil. Kembalinya Les Fennecs ke panggung sepak bola dunia menjadi momen spesial bagi bek senior Aissa Mandi yang merupakan bagian dari skuad Aljazair pada turnamen 2014 lalu.

Mandi menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Aljazair saat ini. Bek berusia 34 tahun tersebut telah menyaksikan langsung perjalanan timnya dari masa kejayaan hingga berbagai kekecewaan yang dialami dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Mandi, tampil di Piala Dunia merupakan impian terbesar bagi setiap pesepak bola. Ia menilai tidak ada kompetisi yang mampu menyamai atmosfer dan kebanggaan ketika membela negara di ajang sepak bola terbesar di dunia.

Kenangan indah masih melekat dalam perjalanan Aljazair pada Piala Dunia 2014. Saat itu Les Fennecs berhasil mencetak sejarah dengan menembus babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir setelah memberikan perlawanan sengit kepada Jerman yang kemudian keluar sebagai juara dunia.

Bagi Mandi, pencapaian tersebut membuktikan bahwa Aljazair mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Pengalaman itu juga menjadi modal berharga untuk membimbing generasi baru yang kini menghuni skuad nasional.

Aljazair memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah tampil impresif sepanjang babak kualifikasi zona Afrika. Mereka mencatat delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan, dengan Mohamed Amoura menjadi salah satu pemain paling menonjol selama kualifikasi.

Di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic, Aljazair mengandalkan perpaduan pemain senior dan talenta muda berbakat. Nama-nama seperti Riyad Mahrez, Amine Gouiri, dan Mohamed Amoura diharapkan menjadi tulang punggung tim dalam menghadapi persaingan di turnamen nanti.

Pada Piala Dunia 2026, Aljazair tergabung di Grup J bersama juara bertahan Argentina, Austria, dan Yordania. Grup tersebut dinilai cukup berat, namun Mandi percaya timnya memiliki kualitas untuk memberikan kejutan.

Kini, menjelang kemungkinan Piala Dunia terakhir dalam kariernya, Mandi berharap dapat membantu Aljazair menorehkan sejarah baru. Ia ingin membawa Les Fennecs melangkah lebih jauh sekaligus membuktikan bahwa generasi baru Aljazair mampu mengembalikan kejayaan sepak bola negaranya di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....