Saat Dokter Berkacamata Pimpin Hindia Belanda di Piala Dunia 1938
- 11 Mei 2026 14:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Timnas Hindia Belanda (sekarang Indonesia) mencatatkan sejarah sebagai tim Asia pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1938 di Perancis. Dari deretan pemain yang dibawa ke Perancis kala itu, sosok Achmad Nawir menjadi salah satu yang paling ikonik.
Achmad Nawir bukan sekadar pemain sepak bola biasa. Pria kelahiran 1911 ini adalah kapten timnas Hindia Belanda pada Piala Dunia 1938. Selain statusnya sebagai kapten, ada satu hal unik yang melekat pada diri Nawir saat bertanding di lapangan hijau, yakni kacamata.
Ya, Achmad Nawir selalu mengenakan kacamata saat bermain. Hal ini terbilang sangat jarang terjadi pada masa itu, bahkan hingga saat ini di level tertinggi sepak bola dunia.
Kacamata yang dikenakan Nawir bukan tanpa alasan. Di luar lapangan, ia adalah seorang terpelajar yang menempuh pendidikan kedokteran di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), Surabaya.
Karena latar belakang pendidikannya itulah, Nawir sering dijuluki sebagai "Sang Dokter". Meskipun berkacamata, kemampuan Nawir dalam mengawal lini tengah tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia dikenal sebagai gelandang bertahan yang cerdas dan memiliki visi bermain yang baik. Kepemimpinannya di lapangan membuatnya dipercaya menyandang ban kapten timnas Hindia Belanda yang saat itu dilatih oleh Johannes van Mastenbroek.
Momen di Piala Dunia 1938
Pada Piala Dunia 1938 yang menggunakan format sistem gugur, Hindia Belanda langsung menghadapi tim kuat Hongaria pada pertandingan perdana di Stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938.
Sebelum pertandingan dimulai, sebuah pemandangan menarik terjadi. Sebagai kapten, Achmad Nawir memimpin rekan-rekannya masuk ke lapangan. Menurut catatan FIFA, Achmad Nawir menjadi pemain pertama yang mengenakan kacamata di putaran final Piala Dunia sebelum Edgar Davids (1998).
Menariknya lagi, pertandingan tersebut juga tercatat dalam sejarah karena kedua kapten kesebelasan, Achmad Nawir dan Gyorgi Sarosi (Hongaria) adalah seorang dokter.
Sayangnya, perjalanan Hindia Belanda di Perancis harus langsung terhenti. Mereka kalah telak 0-6 dari Hongaria.
Setelah pensiun dari dunia sepak bola, Achmad Nawir melanjutkan profesinya sebagai dokter sesuai dengan bidang ilmu yang ia pelajari. Ia meninggal dunia pada April 1995 di Surabaya.
Hingga saat ini, nama Achmad Nawir tetap tercatat dalam buku sejarah sepak bola dunia sebagai satu dari sedikit pemain yang pernah tampil di Piala Dunia dengan mengenakan kacamata.
Bagi Indonesia, sosok Achmad Nawir adalah pengingat bahwa bangsa ini pernah berdiri sejajar dengan raksasa sepak bola dunia di panggung tertinggi, dipimpin oleh seorang dokter berkacamata yang cerdas dan berwibawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....