Hindia Belanda, Jejak Pertama Asia di Piala Dunia
- 10 Mei 2026 20:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Banyak orang mungkin mengira negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia adalah Korea Selatan. Padahal anggapan itu keliru. Korea Selatan baru menjalani debutnya di ajang tersebut pada edisi 1954 di Swiss, jauh setelah turnamen dimulai.
Kalau bukan Korea Selatan, sebagian orang mungkin akan menunjuk Jepang. Namun jawaban itu juga kurang tepat. Tim Samurai Biru baru pertama kali menembus putaran final Piala Dunia pada 1998. Sebelumnya, Jepang belum pernah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu.
Australia pun kerap dianggap sebagai pelopor wakil Asia di Piala Dunia. Akan tetapi, Socceroos baru tampil perdana pada 1974 dan saat itu mereka masih berada di bawah konfederasi Oseania, bukan Asia.
Berdasarkan catatan FIFA, negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia justru berasal dari Hindia Belanda atau Dutch East Indies, yang kini dikenal sebagai Indonesia. Momen bersejarah itu terjadi pada Piala Dunia 1938 di Prancis.
Keikutsertaan Hindia Belanda tak lepas dari mundurnya Jepang dari babak kualifikasi. Pada masa itu, sistem kualifikasi dibagi ke dalam 12 grup berdasarkan wilayah geografis dan tiap grup minimal diisi dua negara.
Hindia Belanda tergabung di Grup 12 bersama Jepang. Namun karena Jepang memilih mundur, Hindia Belanda otomatis melaju ke putaran final sebagai satu-satunya wakil Asia.
Menariknya, ketika itu terdapat dua organisasi sepak bola di Hindia Belanda, yakni organisasi bentukan Belanda dan organisasi yang menaungi pemain lokal. Sempat muncul penolakan dari sejumlah pemain yang enggan bermain di bawah bayang-bayang kolonialisme. Meski demikian, akhirnya mereka tetap berangkat bersama menuju Eropa menggunakan kapal laut.
Perjalanan menuju Prancis berlangsung selama berminggu-minggu. Setelah menempuh pelayaran panjang, tim Hindia Belanda akhirnya tiba di Eropa dan memainkan pertandingan pertama pada 5 Juni 1938 di Reims dengan mengenakan seragam oranye.

Skuad yang dibawa memiliki latar belakang yang beragam. Mayoritas pemain berasal dari kalangan pribumi, sementara sisanya merupakan keturunan Belanda dan Tionghoa. Beberapa nama yang masuk rombongan bersejarah itu antara lain Tan Mo Heng, Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedarmadji, Anwar Sutan, serta sang kapten Achmad Nawir.
Mereka bukan pemain profesional seperti era modern sekarang. Sebagian besar masih menjalani pekerjaan lain, kuliah, atau aktivitas sehari-hari di luar sepak bola. Saat itu belum ada fasilitas latihan modern, liga profesional, maupun pemusatan latihan jangka panjang. Tim hanya mengandalkan semangat, rasa bangga mewakili tanah air, dan arahan pelatih asal Belanda, Johan Mastenbroek, yang menekankan disiplin serta strategi sederhana.
Pada putaran final, Hindia Belanda langsung menghadapi Hongaria. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak 0-6. Sebenarnya Isaac “Tjaak” Pattiwael sempat mencetak gol, tetapi dianulir wasit karena dianggap offside.
"Tidak peduli apa yang terjadi, saya membela Indonesia,,” kata Pattiwael, pemain kelahiran 1914 yang tutup usia pada 1987, dikutip dari laman FIFA, Minggu (10/5/2026).
Kekalahan dari Hongaria sekaligus mengakhiri langkah Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 karena turnamen saat itu menggunakan sistem gugur.
Kini Indonesia telah lama merdeka dan tidak lagi berada di bawah pengaruh Belanda. Namun, untuk kembali tampil di Piala Dunia, perjuangan besar masih harus dilakukan.
Peluang sebenarnya sempat terbuka pada kualifikasi Piala Dunia 1986. Saat itu, Indonesia berhasil melaju cukup jauh, tetapi akhirnya kalah dari Korea Selatan di putaran kedua zona Asia.
Sementara pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar, langkah Indonesia kembali terhenti. Tim Merah Putih finis di dasar klasemen Grup G putaran kedua zona Asia dengan hanya mengumpulkan satu poin dari delapan pertandingan.
Terkini, skuad Garuda gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai terhenti di putaran keempat babak kualifikasi. Kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) membuat harapan Timnas Indonesia pupus, setidaknya untuk edisi kali ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....