Siswa SMPN 1 Jatilawang Ikuti Pembinaan Atlet Para Balap Sepeda

  • 01 Sep 2026 15:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Siswa SMP Negeri 1 Jatilawang, Khaerul Nur Ikhlas, terpilih mengikuti Program Pembinaan Jangka Panjang Atlet Potensial (PJPAP) yang digagas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Tengah tahun 2026. Khaerul, yang akrab disapa Aerul, diproyeksikan menjadi atlet para balap sepeda melalui program pembinaan jangka panjang tersebut.

Aerul kini menjalani pembinaan di Wisma Atlet PJPAP yang berada di Asrama Yayasan Insan Sembada (YIS), Jalan Tanjung Nomor 96, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Ia diantar ke asrama oleh Wakil Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Slamet Yulianto, setelah mengikuti ajang Peparpeda Jawa Tengah 2026, Sabtu (22/8/2026) malam. Setibanya di asrama, Aerul diterima pelatih para balap sepeda Diwan bersama sejumlah atlet yang lebih dulu menjalani pembinaan.

Slamet mengatakan, Aerul diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasinya.

“Kami menitipkan Aerul untuk mengikuti pembinaan yang berkelanjutan, yang diharapkan mampu berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi,” kata Slamet.

Ia berharap pembinaan di PJPAP dapat menjadi kesempatan bagi Aerul untuk berkembang sebagai atlet sekaligus mengharumkan nama Banyumas dan Jawa Tengah melalui prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Pelatih para balap sepeda, Diwan, menyambut baik bergabungnya Aerul dalam program tersebut. Menurutnya, cabang olahraga para balap sepeda memiliki peluang prestasi yang cukup besar. Usia Aerul yang masih muda juga dinilai menjadi modal untuk mengembangkan kemampuan dan prestasinya.

Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo, mengatakan Aerul melanjutkan jejak sejumlah atlet Banyumas yang sebelumnya mengikuti pembinaan di PJPAP, yakni Najib Abdul Rohman dan Yusuf Maulana dari para atletik serta Naufal Al Farizi dari para bulu tangkis.

Najib dan Naufal kini telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK sehingga harus meninggalkan program PJPAP.

Menurut Suwondo, PJPAP memberikan kesempatan kepada atlet potensial untuk berkembang secara berkelanjutan, tidak hanya dalam prestasi olahraga tetapi juga pendidikan.

“PJPAP merupakan program pembinaan atlet jangka panjang yang memberikan kesempatan bagi atlet potensial untuk berkembang, baik dari sisi prestasi maupun pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut telah memberikan hasil melalui prestasi Najib dan Naufal dalam ajang Peparpenas.

Selain pembinaan olahraga, PJPAP juga memberikan dukungan pendidikan bagi para atlet. Peserta diasramakan agar dapat menjalani latihan dan pendidikan secara beriringan, serta mendapatkan beasiswa pendidikan hingga menyelesaikan jenjang SMA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....