Turnamen Catur Purbalingga Dorong Regenerasi Atlet
- 31 Agt 2026 07:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Papan catur menjadi salah satu ruang untuk menyiapkan regenerasi atlet di Kabupaten Purbalingga. Hal itu terlihat dari Turnamen Catur Piala Bupati Purbalingga 2026 yang tidak hanya mempertemukan pecatur senior, tetapi juga ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Turnamen yang digelar untuk kedua kalinya tersebut dibuka Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif di Pendopo Dipokusumo, Minggu (30/8/2026).Hampir 300 pecatur ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka datang dari sejumlah daerah di Pulau Jawa, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menariknya, kompetisi tahun ini juga diikuti sedikitnya dua pecatur bergelar Master Internasional. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kualitas persaingan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Ketua Percasi Kabupaten Purbalingga sekaligus Ketua Panitia, Subeno, mengatakan kehadiran pecatur bergelar Master Internasional menjadi salah satu perkembangan positif dalam penyelenggaraan tahun kedua.
“Turnamen Catur Piala Bupati Purbalingga ini adalah kali kedua yang dimulai tahun lalu. Tahun ini ada perbaikan pesertanya, paling tidak ada dua Master Internasional,” kata Subeno.
Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu agenda catur yang mampu menarik lebih banyak pecatur dari berbagai daerah.
Dari hampir 300 peserta, sebanyak 146 pecatur berlaga di kategori senior atau open. Sementara kategori junior diikuti 58 peserta tingkat SD/MI, 36 peserta SMP/MTs, dan 28 peserta SMA/SMK/MA.
Khusus peserta junior asal Purbalingga, panitia menyiapkan penghargaan tambahan dari Bupati berupa jam catur bagi juara pertama hingga ketiga pada masing-masing jenjang pendidikan.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, turnamen catur bukan hanya soal menentukan pemenang. Kompetisi menjadi sarana penting untuk menambah pengalaman, jam terbang, sekaligus membentuk mental atlet.
“Kami Pemerintah Kabupaten Purbalingga tentu menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan turnamen ini. Selain menjadi ruang untuk meningkatkan pengalaman dan jam terbang para atlet, melalui kegiatan turnamen seperti ini tentunya sekaligus dapat menjadi media untuk pembinaan para atlet,” ujar Fahmi.
Ia meminta seluruh peserta menjunjung sportivitas, menghormati lawan, serta mematuhi aturan pertandingan.
Fahmi juga berharap turnamen tersebut dapat digelar secara rutin. Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menjadi wadah bagi pecatur yang sudah aktif, tetapi juga membuka kesempatan bagi munculnya bibit-bibit baru dari Purbalingga.
“Dengan melihat manfaat yang begitu strategis ini, saya berharap turnamen seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin agar dapat memfasilitasi para atlet yang hari ini telah aktif, bahkan mendorong tumbuhnya para calon atlet catur baru di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Turnamen berlangsung delapan babak dengan total hadiah lebih dari 10 juta rupiah. Selain uang pembinaan, trofi, dan piagam, penghargaan khusus bagi pecatur junior Purbalingga diharapkan semakin mendorong minat pelajar untuk menekuni olahraga catur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....