Rektor UMP Terima Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci
- 14 Agt 2026 18:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof. Dr. Jebul Suroso mendapat gelar Pendekar Kehormatan Tingkat Melati II dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Gelar tersebut diberikan dalam rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Jawa Tengah.
Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Prof. Jebul dalam mendukung gerakan Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk dalam bidang pendidikan, pembentukan karakter, dan kaderisasi generasi muda.
Prof. Jebul mengatakan gelar tersebut menjadi kehormatan sekaligus amanah untuk terus menjalankan nilai-nilai yang dikembangkan Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan sekaligus amanah. Semangat Tapak Suci mengajarkan kepada kita tentang kedisiplinan, keberanian, ketangguhan, persaudaraan, serta bagaimana kekuatan harus senantiasa dibingkai dengan akhlak dan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Menurut Prof. Jebul, nilai-nilai yang diajarkan Tapak Suci relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Pendidikan karakter, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan kemampuan akademik.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik. Kita membutuhkan generasi yang memiliki karakter, mental tangguh, mampu bekerja sama, berani menghadapi perubahan, tetapi tetap memiliki pijakan moral dan spiritual yang kuat,” katanya.
Ia mengatakan nilai tersebut juga diterapkan dalam pendidikan di UMP. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMP mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan serta kegiatan kemahasiswaan.
Prof. Jebul juga menilai Tapak Suci memiliki peran dalam mengenalkan dan mempertahankan pencak silat sebagai bagian dari budaya Indonesia. Menurutnya, kegiatan pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga kedisiplinan dan pembentukan mental.
“Tapak Suci bukan hanya berbicara tentang kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat proses pendidikan, pembentukan mental, penghormatan kepada sesama, kedisiplinan, dan nilai pengabdian,” tuturnya.
Ia berharap Muktamar XVI dapat menjadi momentum bagi Tapak Suci untuk memperkuat kaderisasi dan mengembangkan organisasi, termasuk membawa pencak silat Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional.
“Semoga Tapak Suci terus melahirkan kader-kader yang kuat secara fisik, matang secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan memiliki keberpihakan kepada kemajuan umat dan bangsa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....