NPCI Banyumas Tak Bebani Atlet dengan Target Medali Peparpeda 2026

  • 09 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas tidak memasang target peringkat maupun jumlah medali pada Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah 2026. Keikutsertaan 16 atlet pelajar Banyumas kali ini lebih diarahkan untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus memberi pengalaman bertanding bagi atlet difabel.

Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo, mengatakan para atlet tetap dipersiapkan secara maksimal meski tidak dibebani target medali. Menurutnya, ajang Peparpeda menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet pelajar penyandang disabilitas secara berkelanjutan.

“Fokus utama adalah memberikan kesempatan bagi atlet disabilitas untuk mengembangkan bakat sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini,” ujarnya usai rapat persiapan bersama pelatih.

Sebanyak 16 atlet pelajar akan mewakili Banyumas pada Peparpeda Jawa Tengah yang berlangsung 21–23 Agustus 2026 di Kompleks Olahraga Indonesia Paralympic Training Center (IPTC), Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Para atlet tersebut akan bertanding pada empat cabang olahraga, yakni atletik, bulutangkis, renang, dan tenis meja. Rinciannya, sembilan atlet turun di cabang atletik, dua atlet bulutangkis, empat atlet renang, dan satu atlet tenis meja.

Suwondo menjelaskan, Peparpeda merupakan ajang olahraga khusus bagi pelajar penyandang disabilitas yang menjadi pasangan dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Namun, sistem pertandingan pada Peparpeda berbeda karena pengelompokan atlet didasarkan pada jenis dan tingkat disabilitas, bukan jenjang pendidikan.

Menurutnya, hasil pertandingan tetap penting bagi NPCI Banyumas, tetapi bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman bertanding dan perkembangan kemampuan atlet menjadi modal penting untuk pembinaan pada jenjang berikutnya.

Pada Peparpeda 2025, Banyumas mengirimkan sembilan atlet dan berhasil membawa pulang tujuh medali, terdiri atas tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu. Capaian tersebut menempatkan Banyumas di peringkat kesembilan klasemen akhir.

Namun, sebagian atlet yang meraih medali pada tahun lalu kini telah berstatus mahasiswa sehingga tidak lagi memenuhi syarat untuk mengikuti Peparpeda 2026. Kondisi tersebut membuat Banyumas harus mengandalkan atlet hasil regenerasi.

“Peraih medali tahun 2025 telah menjadi mahasiswa sehingga tidak memenuhi syarat peserta tahun ini. Meski demikian, kami telah melakukan proses regenerasi dan optimistis tetap bisa meraih medali, meski persaingan juga semakin ketat,” katanya.

Dalam persiapan menuju pertandingan, NPCI Banyumas masih menghadapi sejumlah kendala. Domisili atlet yang tersebar di berbagai wilayah serta kondisi ekonomi sebagian keluarga menjadi tantangan dalam menjalankan proses pembinaan dan latihan.

Meski demikian, NPCI Banyumas masih memiliki waktu sekitar dua pekan sebelum pertandingan dimulai. Waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk mematangkan kesiapan atlet, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.

Suwondo mengatakan pembinaan atlet difabel juga tidak berhenti pada Peparpeda 2026. NPCI Banyumas terus berupaya menjaring bibit atlet sejak usia sekolah agar regenerasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat basis atlet pelajar penyandang disabilitas di Banyumas, sehingga prestasi yang telah diraih sebelumnya dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada ajang berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....