NPCI Banyumas Matangkan Persiapan Jelang Peparpeda 2026, 16 Atlet Siap Berlaga

  • 06 Agt 2026 20:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas terus mematangkan persiapan menjelang Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah 2026.

Induk organisasi olahraga difabel itu akan mengirimkan 16 atlet pelajar untuk mewakili Banyumas pada ajang yang berlangsung 21–23 Agustus 2026 di Kompleks Olahraga Indonesia Paralympic Training Center (IPTC), Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Para atlet akan berlaga pada empat cabang olahraga, yakni atletik, bulutangkis, renang, dan tenis meja. Sembilan di antaranya akan turun di cabang atletik, dua atlet bulu tangkis, empat atlet renang, serta satu atlet tenis meja.

Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo, menjelaskan Peparpeda merupakan ajang olahraga khusus bagi pelajar penyandang disabilitas yang menjadi pasangan dari Popda. Berbeda dengan Popda, pengelompokan pertandingan pada Peparpeda didasarkan pada jenis dan tingkat disabilitas atlet, bukan jenjang pendidikan.

Menurut Suwondo, keikutsertaan Banyumas dalam Peparpeda menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet pelajar disabilitas secara berkelanjutan. Karena itu, NPCI Banyumas tidak menetapkan target peringkat maupun jumlah medali pada kejuaraan tahun ini.

"Fokus utama adalah memberikan kesempatan bagi atlet disabilitas untuk mengembangkan bakat sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini," ujarnya usai rapat persiapan bersama pelatih, Kamis (6/8/2026).

Pada penyelenggaraan Peparpeda 2025, Banyumas mengirimkan sembilan atlet dan berhasil membawa pulang tujuh medali, terdiri atas tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu. Hasil tersebut mengantarkan Banyumas menempati peringkat kesembilan klasemen akhir.

Namun, sebagian atlet peraih medali pada edisi sebelumnya kini telah berstatus mahasiswa sehingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai peserta Peparpeda. Meski demikian, Suwondo tetap optimistis regenerasi atlet yang dilakukan NPCI Banyumas mampu menjaga prestasi daerah.

"Peraih medali tahun 2025 telah menjadi mahasiswa sehingga tidak memenuhi syarat peserta tahun ini. Meski demikian, kami telah melakukan proses regenerasi dan optimistis tetap bisa meraih medali, meski persaingan juga semakin ketat," katanya.

Dalam proses persiapan, NPCI Banyumas masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya domisili atlet yang tersebar di berbagai wilayah serta keterbatasan ekonomi sebagian keluarga atlet. Kendati demikian, waktu persiapan yang masih tersisa sekitar dua pekan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesiapan para atlet.

Ke depan, NPCI Banyumas juga terus berupaya menjaring bibit-bibit atlet penyandang disabilitas sejak usia sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi atlet sekaligus meningkatkan prestasi Banyumas pada ajang Peparpeda di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....