Nur Rohman, Atlet Free Diving Banyumas Resmi Sandang Gelar Instruktur
- 01 Jul 2026 10:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga air di Kabupaten Banyumas. Nur Rohman, sosok atlet freediving (selam bebas) berprestasi sekaligus pendiri komunitas Satria Apnea Purwokerto, kini telah resmi menyandang gelar sebagai Instruktur AIDA (Association Internationale pour le Développement de l'Apnée).
Pencapaian luar biasa ini diraih Nur Rohman baru-baru ini di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, setelah ia berhasil melewati seluruh rangkaian ujian dan pelatihan sertifikasi internasional yang dikenal sangat ketat. Keberhasilan ini menandai babak baru dalam karier profesionalnya, di mana ia bertransformasi dari seorang atlet yang fokus pada kompetisi menjadi seorang pengajar yang siap mencetak generasi penyelam baru.
Keberhasilan meraih lisensi instruktur dari badan freediving dunia ini tidak didapatkan dengan instan. Nur Rohman harus melalui proses perjuangan yang panjang dan latihan yang konsisten sejak tahun 2023.
Selama bertahun-tahun, ia menempa fisik dan mentalnya, mempelajari teori fisiologi menyelam yang kompleks, hingga menguasai teknik penyelamatan (rescue) tingkat lanjut di dalam air. Komitmen dan dedikasi yang tinggi itulah yang akhirnya mengantarkan putra daerah Banyumas ini lulus dengan hasil yang memuaskan dan berhak mengantongi lisensi resmi AIDA.
Saat diwawancarai, Nur Rohman mengungkapkan bahwa motivasi utamanya mengejar gelar instruktur ini bukan sekadar untuk eksistensi atau kebanggaan pribadi. Ada misi besar dan mulia yang ingin ia dedikasikan untuk tanah kelahirannya, khususnya dalam memajukan olahraga selam bebas di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
"Langkah ini saya ambil untuk mengembangkan olahraga freediving di wilayah Banyumas agar semakin dikenal luas dan bisa berkembang secara terstruktur. Namun, yang paling krusial dari semua itu adalah meningkatkan kesadaran akan keselamatan (safety awareness) saat beraktivitas di dalam air," ungkap Nur Rohman.
Ia menambahkan bahwa freediving sering kali dianggap sebagai olahraga yang ekstrem dan berbahaya bagi orang awam. Oleh karena itu, kehadiran instruktur bersertifikasi resmi sangat penting untuk meluruskan pemahaman masyarakat.
Sebagai pendiri komunitas Satria Apnea Purwokerto, Nur Rohman berharap status barunya ini dapat memberikan dampak domino yang positif. Masyarakat Banyumas kini tidak perlu jauh-jauh ke luar kota atau luar pulau untuk belajar freediving dengan standar internasional.
Melalui wadah Satria Apnea Purwokerto, ia berkomitmen untuk menyediakan pelatihan yang aman, legal, dan terstandarisasi. Nur Rohman optimis, dengan pendekatan edukasi yang benar, Banyumas tidak hanya akan melahirkan peminat rekreasi selam yang bertanggung jawab, tetapi juga mampu mencetak bibit-bibit atlet freediving baru yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....