Ratusan Pelajar Meriahkan Festival Dolanan Tradisional Banyumas 2026
- 13 Jun 2026 21:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Ratusan pelajar dan mahasiswa memadati Alun-Alun Kota Lama Banyumas pada Sabtu (13/6/2026) untuk mengikuti Festival Dolanan Tradisional Banyumas (Fesdoramas) 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kabupaten Banyumas ini menjadi upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga.
Ketua Panitia Fesdoramas, Rohman Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Portina dalam melestarikan permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain menjadi sarana hiburan yang edukatif, festival ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pelajar dan mahasiswa terhadap penggunaan gawai.
“Hari ini kami dari Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia menggelar Festival Dolanan Tradisional Banyumas dengan berbagai perlombaan, antara lain egrang, bakiak, lari balok, dan dagongan,” ujarnya.
Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Banyumas turut mengapresiasi penyelenggaraan Fesdoramas. Menurutnya, permainan tradisional memiliki banyak nilai edukatif karena tidak hanya mengenalkan budaya lokal, tetapi juga mengajarkan karakter positif seperti sportivitas, kreativitas, kerja sama, dan keberanian.
“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan Fesdoramas ini. Selain untuk melestarikan olahraga tradisional, kegiatan ini juga menjadi sarana memasyarakatkan olahraga agar masyarakat Banyumas memiliki gaya hidup sehat melalui aktivitas olahraga,” kata Samsudin.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sebagian besar peserta mengaku baru pertama kali mencoba permainan yang dilombakan, meskipun sebelumnya mereka sudah mengenalnya melalui media sosial.
Sindy Antika, pelajar SMP Negeri 1 Banyumas, mengaku belum pernah memainkan permainan tradisional yang diperlombakan. Namun, ia tertarik mengikuti lomba lari balok karena menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan olahraga tradisional.
Sementara itu, Faik, pelajar SMP Negeri 3 Kebasen, mengaku pernah melihat permainan egrang di lingkungan tempat tinggalnya. Meski belum terlalu mahir, ia merasa senang saat mendapat kesempatan untuk mencobanya secara langsung.
Melalui Fesdoramas, permainan tradisional tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus media untuk memperkenalkan dan melestarikan identitas budaya bangsa kepada generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....