Tim Tapak Suci UMP Borong 11 Medali di Muhammadiyah Games 2026

  • 06 Jun 2026 18:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Tim Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Pada ajang 1st Muhammadiyah Games 2026 cabang olahraga pencak silat yang berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 14-17 Mei 2026, kontingen UMP berhasil meraih total 11 medali, terdiri atas tiga emas, lima perak, dan tiga perunggu.

Tiga medali emas disumbangkan oleh Fata Nur Almaidah dari Program Studi Keperawatan S1 pada kategori Tunggal Putri, Arsya Virly Azkana Fitra dari Program Studi Ilmu Keolahragaan pada kategori Tanding Kelas I Putra, serta Anang Dwi Irawan dari Program Studi Manajemen S1 pada kategori Tanding Kelas H Putra. Selain meraih emas, Arsya dan Anang juga turut mempersembahkan medali perak pada nomor Tanding Bebas Beregu Putra.

Sementara itu, lima medali perak diraih oleh Bintang Fadli Ardiansyah (Teknik Mesin S1) dan Adnin Izus Syuhada (Pendidikan Biologi) pada kategori Seni Ganda Putra, Rina Destiyana (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Rini Destiyani (Pendidikan Sejarah) pada kategori Seni Ganda Putri, Aiman Nail Ilham (Ilmu Keolahragaan) pada Tanding Kelas F Putra sekaligus Tanding Bebas Beregu Putra, Muhammad Taufik Harwan Pratama dari Fakultas Teknik dan Sains pada Tanding Kelas B Putra, serta Muhammad Salman Al Farizi (Bisnis Digital S1) pada nomor Tanding Bebas Beregu Putra.

Adapun tiga medali perunggu dipersembahkan oleh Wakhida Iqbal Khamdani (Teknik Informatika) pada Tanding Kelas E Putra yang juga menjadi bagian tim peraih perak Tanding Bebas Beregu Putra, Hisyam Roif Ikmaluddin (Ilmu Keolahragaan) pada Tanding Kelas C Putra, dan Aisha Hafnium Ardian (Ilmu Hukum) pada Tanding Kelas C Putri.

Ketua Tapak Suci UMP, Wakhida Iqbal Khamdani, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih timnya dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, hasil yang diperoleh merupakan buah dari perjuangan panjang selama menjalani pemusatan latihan.

“Alhamdulillah dan bersyukur masih diberi podium walaupun belum meraih hasil yang maksimal. Kami tetap bangga karena perjuangan selama training center dapat membuahkan hasil. Semoga ke depan saya dan Tapak Suci UMP bisa meraih prestasi yang lebih baik di kejuaraan berikutnya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu (6/6/2026).

Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani mencoba hal-hal baru dan aktif mengikuti berbagai kompetisi. Menurutnya, pengalaman, relasi, dan pelajaran yang diperoleh selama proses pertandingan sama pentingnya dengan hasil yang diraih.

“Jangan takut mencoba dan mengikuti kompetisi. Menang atau kalah hanyalah hasil akhir, sedangkan pengalaman dan pembelajaran selama proses jauh lebih berharga. Tetap semangat berkembang dan manfaatkan setiap kesempatan selama kuliah,” tuturnya.

Keberhasilan kontingen UMP juga tidak terlepas dari peran para pembina dan pelatih. Pembina atlet Tapak Suci UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, M.Or., AIFO., mengatakan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan dan motivasi agar program pembinaan berjalan optimal.

Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet. Selain menjadi sarana mengukur kemampuan, kompetisi juga berperan dalam membentuk karakter atlet yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki mental juara.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para atlet yang telah berjuang membawa nama baik institusi. Kejuaraan menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter yang kuat,” ujarnya.

Dr. Yudha menambahkan, persiapan menuju kejuaraan tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari penyesuaian jadwal latihan dengan kegiatan akademik mahasiswa, menjaga kondisi fisik dan mental atlet, hingga menyusun strategi menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda-beda.

Namun berkat koordinasi yang baik antara atlet, pelatih, dan seluruh pihak pendukung, proses persiapan dapat berjalan lancar hingga akhirnya membuahkan prestasi membanggakan.

Ia pun berpesan kepada seluruh mahasiswa agar terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Prestasi tidak diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, disiplin, kerja keras, dan konsistensi. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berkompetisi, dan mengharumkan nama institusi. Tetap rendah hati saat berhasil dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....