Langkah Juara Ati Andriani di Balik Keterbatasan

  • 12 Jan 2026 13:33 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas, Ati Andriani, sukses meraih prestasi gemilang meski memiliki keterbatasan fisik yaitu hanya memiliki satu tangan. Ia berhasil menyumbangkan medali emas dan perak bagi Kabupaten Banyumas melalui cabang olahraga atletik lempar lembing dan tolak peluru pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) di Pati Jawa Tengan pada 2023.

Dalam Wawancaranya kepada RRI pada Sabtu (10/1/2026), Ati menyampaikan, ia bergabung dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas pada 2023 setelah dihubungi oleh pelatih bernama Septi. Awalnya ia masih awam karena hanya mengenal olahraga tanpa memahami teknik yang benar saat sekolah.

"Momen paling berharga adalah saat saya sadar bahwa penyandang disabilitas pun bisa berprestasi luar biasa," ujar Ati dalam wawancaranya kepada RRI, (Sabtu 10/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa, ia mulai mengenal dunia olahraga disabilitas saat menjalani program di pusat rehabilitasi Surakarta. Motivasi Ati bangkit setelah melihat banyak atlet disabilitas sukses meraih impian mereka di sana.

Pelatih Fitri Anasari membimbing Ati menguasai teknik tolak peluru, lempar lembing, hingga lempar cakram. Baginya, lempar cakram adalah olahraga paling sulit karena kendala keseimbangan tubuhnya yang hanya memiliki satu tangan.

"Makna juara bagi saya adalah berhasil melawan rasa malas dan meningkatkan rasa percaya diri yang kuat," kata Ati. Ia bermimpi menjadi atlet internasional dan menyapu bersih medali emas pada tiga cabang olahraga berbeda.

Ati menjelaskan saat ia kehilangan tangan dan mengalami cedera kaki parah akibat kecelakaan bus tahun 2003. Masa pemulihan fisiknya memakan waktu setahun hingga ia benar-benar bisa kembali berjalan dengan normal.

Keluarga dan suaminya selalu mendukung penuh proses latihan maupun saat kejuaraan. Dukungan fasilitas dari NPCI Banyumas juga sangat membantu Ati dalam mengembangkan kemampuan teknik serta fisiknya.

Ia berharap agar para penyandang disabilitas lain tidak berhenti bermimpi dan segera bangkit berjuang. Menurutnya, olahraga tidak hanya memberikan kesehatan raga tetapi juga membuat pikiran menjadi lebih tenang. (Iday)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....