Kisah Angga Bangkit dari Keterpurukan, Berprestasi Lewat Renang
- 11 Jan 2026 14:00 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Perjalanan hidup Angga Widya Permana menjadi kisah inspiratif tentang bangkit dari keterpurukan menuju prestasi. Mantan perenang nasional ini kembali menorehkan prestasi di cabang olahraga renang setelah bergabung dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas, meski kini harus bertanding dalam kategori low vision atau tunanetra.
Angga mengaku telah menekuni olahraga renang sejak usia empat tahun dan menapaki jalur prestasi sejak bangku sekolah dasar. Prestasi gemilang sempat ia raih, termasuk membawa nama Indonesia di ajang ASEAN School Games pada tahun 2007. Namun di tengah pencapaian tersebut, Angga terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dan alkohol, yang berdampak serius pada kondisi penglihatannya.
“Kalau orang normal bisa melihat sampai 60 meter, saya hanya satu meter. Itu akibat kelainan bola mata yang diperparah oleh alkohol dan narkoba,” ungkap Angga.
Kondisi tersebut membuat kariernya sempat terhenti. Ia bahkan harus menjalani rehabilitasi pada 2017. Titik balik hidupnya muncul ketika ia kembali menatap deretan medali dan kliping prestasi lama yang tersimpan di rumah. Dari situlah muncul tekad untuk bangkit dan kembali ke dunia renang, bukan lagi semata mengejar prestasi, tetapi untuk menyelamatkan masa depannya.
Angga kemudian bergabung dengan NPCI dan mulai berlatih kembali secara serius sejak awal 2025. Hasilnya, pada debut pertamanya di kejuaraan provinsi Oktober 2025, ia sukses menyabet tiga medali emas dari nomor 50 meter gaya bebas, dada, dan kupu-kupu.
“Dunia gelap itu sudah saya tinggalkan. Saya ingin menutup masa lalu dengan prestasi yang baik,” ujarnya.
Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Angga mengandalkan muscle memory dan perasaan saat berenang. Dalam perlombaan tunanetra, ia dibantu dengan sistem penanda berupa tongkat saat mendekati garis finis. Ia juga terbiasa berlatih dengan mata tertutup untuk menyesuaikan kondisi pertandingan.
/0pfc545wm32fmiq.jpeg)
Angga Widya Permana,Atlet renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas (Dokumen Pribadi)
Ke depan, Angga menargetkan tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi 2026, lalu melangkah ke Peparnas dan ASEAN Para Games. Bahkan, ia menyimpan mimpi besar untuk tampil di Paralimpiade 2028.
“Sekarang saya merasa nyaman, aman, dan percaya diri. Saya tidak melawan siapa pun, karena saya pun tidak bisa melihat lawan. Saya hanya melawan diri sendiri,” pungkasnya.
Kisah Angga Widya Permana menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir segalanya, melainkan awal dari perjuangan baru menuju prestasi dan harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....