Dukungan Orang Tua Antarkan Hayu Raih Medali Emas

  • 22 Sep 2025 20:37 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Siswa kelas enam Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hikmah Bantarsoka Hayu Masyita sukses meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) NU XIII 2025 yang digelar di Wonosobo, Jawa Tengah. Kompetisi rutin dua tahun sekali tersebut tahun ini digelar pada 10-13 September lalu. Di balik kesuksesan yang diraih tersebut, terdapat peran besar dari orang tua dalam memberikan dukungan kepadanya.

Keberhasilan yang diraih Hayu dalam turnamen tingkat provinsi tersebut menjadi kejuaraan kedua yang berhasil didapatnya. Sebelumnya, ia berhasil menjuarai Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).

Selain itu, penggemar pemain bulu tangkis asal Korea, An Se-young tersebut juga telah meraih berbagai penghargaan kejuaraan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Hal itu disampaikan oleh orang tua dari Hayu, Imam Mustaqim, yang turut menghadiri acara pemberian penghargaan yang diberikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas pada Jumat (19/9/2025)

“Kalau untuk juara provinsi dua kali, ini kemarin juara Porseni, ini juara Porsema. Kalau untuk juara kabupaten sudah empat kali. Kalau juara yang open sudah banyak. Kalu dihitung dari juara satu, dua, tiga gitu, sudah 20-an (podium yang dirah Hayu),” ucap Imam kepada RRI.

Baca juga: Lampaui Target, Kontingen Porsema NU Banyumas Terima Penghargaan

Imam juga menyampaikan bahwa pada awalnya anaknya hanya bermain badminton biasa tanpa ada tujuan ke arah kompetitif. Namun, melihat perkembangan yang cukup baik, akhirnya ia memasukkan anaknya ke dalam salah satu klub badminton yang ada di Purwokerto. Hal itu menjadi langkah awal bagi keberhasilan-keberhasilan yang diraih anaknya saat ini.

Baginya, dukungan yang diberikan tidak terbatas pada hal praktis saja, tetapi juga support moril guna menumbuhkan mental juara pada diri putrinya. Untuk memastikan anak dalam kondisi baik, ia selalu mengusahakan hadir dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan.

“Yang jelas moral saat latihan dan tanding. Kalau saat latihan saya dukung, karena saya takut kalau pas lagi latihan cedera. Jadi saya tahu pas di saat cederanya apa saya bisa menangani. Takutnya pas lagi main, dia jatuh cederanya. Saya tidak tahu bagaimana cara ngurutnya gitu, jadi saya kurang paham, jadi saya harus ikut,” tutur Imam.

Ke depannya, Imam berharap bahwa putrinya dapat terus meraih prestasi-prestasi membanggakan lainnya. Menurutnya, latihan fisik, mental, dan teknik yang selalu ia ingatkan kepada anaknya dapat menjadi kunci keberhasilan, selain dengan menjaga pola hidup yang sehat.

Sementara itu, Hayu Masyita mengungkapkan rasa gembiranya bisa meraih medali emas di ajang Porsema NU XIII Jateng. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya dari masa persiapan sampai ke podium tertinggi.

“Pastinya senang bisa menjadi juara. Saya berterima kasih kepada Tuhan, orang tua, dan juga sekolah saya,” ucap Hayu.

Baca juga: Banyumas Berpeluang Jadi Tuan Rumah Porsema, Bupati Mendukung

Hayu berkeinginan menjadi atlet bulu tangkis profesional di masa mendatang. Porsema menjadi langkah awal bagi Hayu untuk mengasah bakatnya dan meraih impian tersebut.

“Saya berharap ke depannya bisa juara terus dan untuk kontingen Banyumas bisa menjadi juara umum di Porsema selanjutnya,” tutur Hayu.

Hayu Masyita menyumbang salah satu dari 10 emas yang diraih Banyumas di Porsema NU XIII Jateng 2025. Secara keseluruhan, Banyumas mengoleksi total 22 medali (10 emas, 5 perak, dan 7 perunggu) dan menempati peringkat ketiga klasemen akhir.

Adapun Porsema NU merupakan ajang dua tahunan yang diikuti oleh sekolah dan madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU. Porsema ke-14 akan diselenggaraka pada tahun 2027, dan Banyumas berpeluang menjadi tuan rumah. (Arief Muzakki).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....