Banyumas Raih Tujuh Medali di Peparpeda Jateng

  • 23 Agt 2025 13:41 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Kabupaten Banyumas berhasil mendapatkan tujuh medali pada ajang Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) Provinsi Jawa Tengah 2025 di Solo. Medali tersebut yakni tiga medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Sehingga perolehan tujuh medali tersebut Banyumas menempati peringkat sembilan klasemen akhir, di mana ditahun sebelumnya Banyumas berada pada posisi peringkat ke 12. Di antaranya meraih juara di cabang lari 100 meter putra-putri, renang, dan tolak peluru.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Eko Purwanto. Ia mengatakan dalam ajang ini terdapat 11 atlet yang dikirimkan untuk bertanding selama tiga hari yakni 19-21 Agustus 2025 kemarin.

"Kalau jumlah atlet yang untuk Bepa Perda ya, Provinsi Jawa Tengah yang berangkat, 11 atlet Jadi ini, kebetulan mereka anak bersebelas itu kan binaan dari NPCI Kabupaten Banyumas, terus mereka kemarin mewakili sekolah di Kabupaten Banyumas untuk anak-anak yang disabilitas berangkat ke Provinsi," katanya kepada RRI.

Perlu diketahui bahwa tujuh medali tadi dipersembahkan oleh Najib Abdul Rahman dari SMA Negeri 4 Purwokerto dengan tiga medali emas. Yang mana menyabet dua emas di nomor lari 100 meter T45-47 dan 200 meter T45-47. Serta Kirania Azna Maulida dari SMP Negeri 2 Ajibarang yang juara di nomor lari 100 meter T13.

Selanjutnya, medali perak diraih oleh Dede Sulaeman dari cabang renang nomor 100 meter gaya dada S8-S10. Dede yang merupakan atlet Pelatda PAUD NPCI Jateng juga menyumbang perunggu di nomor 50 meter gaya bebas S8-S10.

Sementara dua perunggu lainnya diraih Julungwangi Tri Pradika (SMA Muhammadiyah Sokaraja) pada cabang tenis meja tunggal TT9 dan Daffa Fachrudin Lathief (MAN 2 Banyumas) di nomor tolak peluru F57 putra.

"Kalau kemarin yang mendapatkan medali itu, lari 100 meter putra-putri, renang dan tolak peluru," katanya.

Peparpeda sendiri merupakan ajang yang memberikan kesempatan bagi para atlet disabilitas untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan semangat meraih prestasi ditingkat yang lebih tinggi. Para atlet yang mengikuti Peparpeda ini merupakan binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas yang sebelumnya dipersiapkan melalui pembinaan dan seleksi di tingkat sekolah.

“Peparpeda ini kami harapkan bisa menjadi ajang pembelajaran, bukan hanya untuk meraih prestasi, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri para atlet” ujarnya.

Eko juga menjelaskan bahwa tujuan utama kontingen di kirim bukan hanya mengejar perolehan medali. Melainkan memberikan ruang yang luas untuk para atlet mengembangkan kemampuannya melalui proses latihan dan pengalaman bertanding.

Dari proses itu, diharapkan lahir kepercayaan diri yang lebih kuat dalam diri para atlet. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh kepada NPCI Kabupaten Banyumas melalui alokasi anggaran hibah.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari proses pembinaan, pelatihan rutin. Hingga pemenuhan sarana dan prasarana khusus yang dibutuhkan para atlet disabilitas agar mereka dapat berlatih secara maksimal.

Setelah ajang ini, Dinpora bersama NPCI berkomitmen untuk terus melanjutkan pembinaan agar prestasi atlet dapat terus meningkat. Pembinaan ini diharapkan mampu mendorong para atlet meningkatkan prestasi tidak hanya di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Kerja sama kami dengan NPCI akan terus berjalan, agar anak-anak ini punya kesempatan lebih luas mengembangkan potensi," ujarnya.

Eko juga memberikan semangat kepada para atlet untuk tidak hanya berjuang di tingkat provinsi. Namun juga menembus ajang nasional bahkan internasional, termasuk SEA GAMES, ASEAN Para Games, hingga Olimpiade.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....