LAN Datathon 2026 Dorong Inovasi ASN Berbasis Data dan AI

  • 07 Okt 2026 14:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Lembaga Administrasi Negara (LAN) kembali mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan data dan teknologi digital dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan pemerintah dan pelayanan publik melalui LAN Datathon 2026. Mengusung tema Inovasi Pemanfaatan Dara dan Teknologi Digital untuk Mendukung Generasi Emas 2045, kegiatan ini mencapai tahap puncak melalui Demo Day LAN Datathon 2026 pada Selasa (6/10/2026).

LAN Datathon menjadi ruang kolaborasi bagi ASN untuk mengembangkan gagasan dan solusi berbasis data, teknologi digital, serta artificial intelligence (AI). Program ini telah diselenggarakan sejak 2023 dan terus mengalami perkembangan dari sisi fokus maupun pendekatan pembinaan peserta.

Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik, M.Si., menjelaskan bahwa LAN Datathon 2026 diarahkan untuk menghasilkan solusi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Dan untuk tahun ini, tahun 2026, LAN Datathon itu diarahkan lebih jauh pada pengembangan solusi digital yang aplikatif, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional kita,” ujarnya.

Perkembangan LAN Datathon juga terlihat dari meningkatnya jumlah peserta. Pada 2026, kompetisi tersebut diikuti oleh 270 tim yang melibatkan 540 ASN. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang diikuti oleh 160 tim dengan 315 ASN. Peserta tahun ini juga berasal dari 28 provinsi di Indonesia, mencakup Kementerian, pemerintah daerah, lembaga, hingga unsur tenaga pendidik.

Rangkaian LAN Datathon 2026 dimulai dengan registrasi kompetisi pada 21 Juli hingga 17 Agustus 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan webinar dan peluncuran LAN Datathon pada 11 Agustus, mentoring pada 1-4 September, hingga Demo Day pada 6 Oktober 2026.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan pendekatan bootcamp, pembinaan peserta pada 2026 dikembangkan melalui mentoring. Program tersebut menghadirkan ahli di bidang artificial intelligence dan pakar substansi sesuai dengan topik kompetisi. Pendekatan ini diharapkan membuat proyek yang dikembangkan peserta semakin matang secara teknis maupun substansi serta memiliki peluang untuk memberikan dampak yang berkelanjutan.

Dukungan terhadap pelaksanaan LAN Datathon 2026 juga datang dari berbagai pihak, salah satunya Tanoto Foundation sebagai mitra strategis LAN. Head of Government Engagment and Advocacy Tanoto Foundation, Antony Lee, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

“Karena teknologi yang paling berarti bukan selalu yang paling canggih, taapi yang paling bermanfaat bagi masyarakat kita,” katanya.

Menurut Antony, perkembangan teknologi seperti big data dan AI memberikan peluang besar dalam mendukung pengambilan keputusan. Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia untuk memberikan konteks, menentukan makna data, serta memastikan pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan publik.

Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, lima tim berhasil masuk sebagai finalis LAN Datathon 2026. Kelima tim tersebut membaw solusi dengan isu yang berbeda, tetapi sama-sama memanfaatkan data dan teknologi untuk menjawab persoalan publik.

Finalis pertama adalah Muhammad Sulham dari Badan Siber dan Sandi Negara dengan proyek “Simpul Desa”, yaitu sistem intelijen yang ditujukan untuk melihat potensi dan kesiapan ekonomi desa. Proyek ini diarahkan untuk mendukung pemanfaatan data dalam melihat kondisi serta potensi ekonomi di tingkat desa.

Finalis kedua, Tim Separta dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manuia dan Kebudayaan, menghadirkan “Sparial Prediction and Rabied Transmission Analysis” atau SPARTA. Sistem tersebut dikembangkan untuk membantu melihat potensi penyebaran rabies secara spasial serta memberikan simulasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan, seperti lokasi vaksinasi dan pembatasan pergerakan anjing.

Finalis ketiga adalah Tim Tangga dari Badan Siber dan Sandi Negara bersama Kementerian Pertahanan. Tim tersebut mengembangkan proyek “Pemetaan Titik Pijak Belajar untuk Kurikulum Persiapan Sekolah Rakyat”. Aplikasi ini memanfaatkan asesmen untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi sisea, kemudian menggunakan AI untuk membantu menyusun rencana pendampingan pembelajaran.

Selanjutnya, terdapat Tim Berantas yang membawa proyek “Basis Rekomendasi dan Analisis Terpadu Anggaran Sosial” dari Kementerian Keuangan. Sementara itu, finalis kelima adalah Tim Cendekia dari Politeknik Industri Logam Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dengan proyek “Edupolisi AI”.

Keberadaan proyek tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan data dan teknologi dalam LAN Datathon tidak terbatas pada satu sektor. Inovasi yang dikembangkan peserta menyentuh berbagai persoalan, mulai dari ekonomi desa, kesehatan masyarakat, pendidikan, pengelolaan anggaran sosial, hingga pelayanan publik.

Kepala LAN, Muhammad Taufiq, DEA, dalam sambutannya menekankan pentingnya data dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah. Menurutnya, berbagai persialan kebijakan membutuhkan dukungan data agar sumber daya yang terbatas dapat digunakan secara lebih tepat.

LAN Datathon 2026 pun tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi agar gagasan yang dikembangkan ASN dapat terus disempurnakan dan memiliki peluang untuk diterapkan setelah kompetisi berakhir.

Andi Taufik juga menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari LAN Datathon diharapkan tida berhenti sebagai proyek kompetisi. Solusi yang dikembangkan peserta diharapkan dapat terus dikembangkan, direplikasi, maupun dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan sehingga dapat memberikan manfaat bagi organisasi, masyarakat, dan kepentingan kualitas pelayanan publik.

Dengan semakin luasnya keterlibatan ASN dan beragamnya persoalan yang diangkat, LAN Datathon 2026 menjadi salah satu ruang bagi aparatur untuk mengembangkan kemampuan dalam memanfaatkan data dan teknologi. Lebih dari sekadar menghasilkan aplikasi, kompetisi ini mendorong ASN untuk memahami persoalan publik, mengolah data, serta menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Tiara Chelsea)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....