Sachilin Selamat dari Virgo Transport 8, Keluarga di Cilacap Menanti Kepulangan
- 16 Sep 2026 19:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Kabar keselamatan Sachilin Siswo Darsono (56) menjadi kelegaan bagi keluarganya di Desa Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, setelah Kapal Virgo Transport 8 yang ditumpanginya tenggelam di Laut Jawa.
Sachilin berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari kapal menggunakan pelampung. Setelah dievakuasi, warga Cilacap tersebut kini berada di sebuah hotel di Banjarmasin.
Istri Sachilin, Suparti (46) berharap suaminya dapat segera dipulangkan ke Cilacap. Selain ingin kembali berkumpul bersama keluarga, ia khawatir Sachilin masih mengalami trauma setelah menghadapi musibah tersebut.
"Alhamdulillah masih di paringi umur panjang, sehat," katanya kepada RRI, Rabu (16/9/2026).
Ditemui di rumahnya, Suparti mengaku sempat tidak mengetahui adanya kecelakaan kapal yang menimpa suaminya. Ia tidak mengikuti media sosial maupun menonton televisi sehingga tidak mengetahui kabar mengenai tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8.
Ia tahu dari suaminya yang menghubunginya pada Minggu (13/9/2026) siang. Menurutnya, Sachilin masih berkomunikasi hingga Sabtu sore sebelum naik ke kapal tersebut, dan sudah tidak dapat dihubungi sejak Sabtu malam.
"Pas mau naik kapal, sempat mengirimkan video, saya ya bilang 'ati-ati pak " ujarnyam
Kabar mengenai musibah tersebut baru diketahui Suparti pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Sachilin menghubunginya menggunakan telepon seluler milik salah seorang ABK kapal yang mengevakuasinya.
ABK tersebut diketahui merupakan warga Jati, Kecamatan Binangun, Cilacap. Melalui sambungan telepon itu, Suparti akhirnya mengetahui bahwa kapal yang ditumpangi suaminya telah tenggelam.
Kabar tersebut sempat membuat Suparti panik. Terlebih, Sachilin pergi ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan.
Meski demikian, rasa khawatir berubah menjadi kelegaan setelah mengetahui suaminya selamat dari kecelakaan tersebut
"Hari Minggu, sekitar pukul 11.00 WIB, dari HP Mas Rino orang Jati, yang kerja di pelayaran, ngabarin. 'Alhamdulillah sehat selamet', Saya jadi tahu kapal suami saya tenggelam, ya (sempat) panik namanya suami mau cari kerja ada kecelakaan pikirannya ngga karu-karuan," katanya.
Sachilin diketahui berangkat dari Cilacap menuju Kalimantan pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB. Anak keduanya mengantarkan Sachilin ke rumah Romlan di Nusawungu.
Dari rumah Romlan, Sachilin bersama lima orang lainnya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan. Mereka berangkat atas ajakan Romlan yang memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.
Menurut Suparti, suaminya sebenarnya sudah beberapa kali pergi ke Kalimantan untuk bekerja. Sachilin pernah bekerja dalam proyek PLN maupun di perkebunan kelapa sawit.
Namun, perjalanan kali ini menjadi pengalaman berbeda bagi keluarga karena Sachilin harus menghadapi musibah tenggelamnya kapal yang ditumpanginya.
Kini keluarga hanya berharap proses pemulangan Sachilin dapat segera dilakukan sehingga ia bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama istri serta anak-anaknya.
"Ya pinginnya pulang dulu, takutnya masih trauma. Nanti pinginnya kerja di sini saja lah, sepangan-pangana," katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sigandu, Desa Banjarwaru, Supriyanto, mengatakan sejak pertama kali memperoleh informasi mengenai adanya warga Banjarwaru yang mengalami kecelakaan kapal, ia pun mencari informasi untuk memastikan kondisi warga tersebut.
Mulai dari menghubungi ABK yang menghubungi keluarga Sachilin, hingga menghubungi salah satu relawan di Banjarmasin. Dari relawan tersebut, ia akhirnya dapat berkomunikasi dengan Sachilin.
"Saya bisa berkomunikasi dengan salah satu relawan, dan kebetulan juga di Hotel Karisma Banjarmasin, sehingga bisa komunikasi langsung dengan Pak Sachilin," katanya.
Menurut cerita Sachilin, rombongan yang berangkat dari Cilacap berjumlah enam orang. Mereka berangkat dari rumah Romlan di Nusawungu menggunakan mobil menuju perjalanan ke Kalimantan.
Dari rombongan tersebut, dua warga Cilacap dan dua warga Purbalingga diketahui selamat. Sementara Romlan dan satu orang lainnya hingga kini belum bersama mereka.
"Yang selamat Sachilin warga kami, lalu Rianda (30) warga Karangputat, dan dua dari Purbalingga, sedangkan Pak Ramlan dan satu dari Danasri belum ada kabar," katanya.
Hingga kini, dia terus mengupdate informasi terkait warganya yang berada di Banjarmasin dan menunggu proses pemulangan Sachilin dari Banjarmasin ke Cilacap, sementara harapan juga terus disampaikan agar Romlan dan satu korban lainnya segera ditemukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....