Budaya Kerja BerAKHLAK sebagai Fondasi ASN Profesional

  • 02 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Budaya kerja menjadi salah satu unsur penting dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepad masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan XPOV series ke-43 yang mengangkat tema Penguatan Budaya Kerja ASN BerAKHLAK yang diselenggarakan pada hari Selasa, 1 September 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut membahas penguatan budaya kerja ASN BerAKHLAK, yang merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif sebagai strategi untuk membangun citra institusi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta secara daring melalui Zoom serta disiarkan melalui YouTube dan Facebook. Dalam kegiatan tersebut,

Kepala Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Kantor Regional X BKN Denpasar, Purnami Astri, menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas ASN. Menurutnya, budaya kerja tersebut perlu diwujudkan dalam keseharian agar tidak berhenti sebagai identitas institusi.

Purnami menyampaikan bahwa ASN perlu terus memperkuat komitmen untuk menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, berorientasi pada pelayanan, serta mampu memperoleh kepercayaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam setiap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut kembali ditekankan oleh moderator dalam kegiatan XPOV Series ke-43. Budaya kerja ASN BerAKHLAK diharapkan tidak hanya menjadi identitas atau jargon, tetapi benar-benar melekat sebagai karakter dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan.

“Budaya kerja ASN BerAKHLAK ini tidak sekadar menjadi jargon, tetapi menjadi karakter,” ujar moderator dalam kegiatan tersebut.

Penguatan budaya kerja menjadi penting karena ASN memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sikap profesional, integritas, serta orientasi pelayanan perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, sehingga nilai-nilai BerAKHLAK tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diterapkan dalam pekerjaan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai strategi penguatan budaya kerja dari Rizka Maulida, Analis Hukum Pertama yang menjadi narasumber XPOV Series ke-43. Materi tersebut diarahkan untuk membantu peserta memahami bagaimana budaya kerja BerAKHLAK dapat diterapkan dalam lingkungan kerja masing-masing.

Selain pemaparan materi, kegiatan XPOV juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, maupun pendapat terkait penerapan budaya kerja ASN BerAKHLAK di lingkungan instansi masing-masing. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemahaman yang lebih konkret mengenai penerapan nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan.

Untuk mengukur pemahaman peserta, penyelenggara juga menyediakan pre-test dan post-test melalui KMS MASN. Peserta yang memenuhi nilai minimal yang ditentukan dapat memeperoleh sertifikat sebagai bukti peningkatan kompetensi berkaitan dengan buadaya kerja.

Penguatan budaya kerja ASN BerAKHLAK pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan bagaiamana ASN memahami nilai-nilai yang telah ditetapkan, tetapi juga bagaimana nilai tersebut diwujudkan melalui perilaku dan pelayanan sehari-hari. Profesionalitas dan integritas menjadi bagian penting dalam membangung kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Melalui XPOV Series ke-43, BKN mendorong agar nilai-nilai BerAKHLAK terus ditanamkan dalam keseharian ASN. Dengan menjadikan BerAKHLAK sebagai karakter, bukan sekadar jargon, budaya kerja di lingkungan pemerintahan diharapkan dapat semakin kuat dan mampu mendukung terciptanya pelayanan public yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. (Tiara Chelsea)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....