Sinergi Pemerintah dan Warga dalam Pemberatasan Waspada Narkoba

  • 20 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID Purwokerto – Ancaman narkoba bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman multidimensi yang merusak tatanan sosial, ekonomi, hingga kualitas generasi masa depan bangsa. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi 1 DPR RI menggelar Forum diskusi publik bertajuk "Pemberantasan Narkoba" menjadi momentum krusial dalam memerangi bahaya narkotika di Indonesia dikanal Live Streaming Youtube @ditjenpkm, pada Rabu (19/8/2026).

"Perang melawan narkoba tentunya dimulai jauh sebelum itu, yaitu dimulai dari rumah. Karena itu saya ingin menyampaikan satu pesan utama bahwasanya keluarga adalah benteng pertama pemberantasan narkoba,” ujar Dr. H. Jefri Romdoni selaku anggota Komisi 1 DPR RI.

Untuk perang melawan narkoba sendiri tidak boleh hanya bertumpu pada penegakan hukum di lapangan. Beliau menekankan bahwa keluarga adalah benteng utama pertahanan bangsa. Dengan memperkuat nilai-nilai keluarga agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

"Narkoba itu musuh bersama dan kemenangannya hanya bisa diraih bila seluruh elemen bangsa bersatu dalam tekad yang sama. Komitmen berkelanjutan pemberantasan narkoba bukan proyek musiman, tapi ini adalah perjuangan jangka panjang demi kedaulatan dan masa depan bangsa,” kata Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si selaku pegiat literasi digital.

Hal ini menyatakan narkoba sebagai "kejahatan luar biasa" yang dampaknya sangat merugikan negara, dengan estimasi kerugian ekonomi mencapai Rp. 92,9 triliun per tahun, mencakup hilangnya produktivitas usia kerja serta biaya penegakan hukum yang terus membengkak. Diperlukannya evaluasi kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada output, tetapi pada hasil jangka panjang yang terukur.

Kerentanan usia produktif, khususnya rentang usia 15 hingga 24 tahun, yang menjadi target utama penyalahgunaan narkoba. Minimnya pengetahuan akan efek samping jangka panjang menjadi pintu masuk utama bagi remaja untuk mulai mencoba. Oleh karena itu, beliau mendesak adanya kurikulum edukasi yang terintegrasi di semua jenjang pendidikan sebagai langkah preventif yang masif.

Dari dunia akademisi sendiri, Yanto, Ph.D menegaskan mengenai modus peredaran narkoba yang semakin canggih. Bahwa perputaran uang dalam bisnis haram ini mencapai ratusan triliun rupiah, yang mendorong para bandar untuk terus mencari cara baru dalam menjerat konsumen, termasuk melalui penyamaran produk dalam bentuk permen atau cairan vape.

"Jadi, kalau sudah ada tanda-tanda ya harus tegas dan tega. Itu penting. Kita tidak perlu teman yang akan menjerumuskan kita. Sekali lagi jadi perlu memang ketegasan dan prinsip,” tegas Yanto, Ph.D selaku Akademisi Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Unika Atma Jaya.

Maka pentingnya sifat "tegas dan tega" bagi setiap individu, terutama dalam memilih pergaulan. Hal ini menyatakan bahwa ketegasan untuk memutus hubungan dengan lingkungan yang tidak sehat adalah langkah pertahanan diri yang paling efektif. Mengingat rokok dan minuman keras sering kali menjadi "gerbang awal" sebelum seseorang melangkah ke narkoba.

Dalam hal perlindungan anak, juga sangat penting adanya pengawasan orang tua yang proaktif, seperti mendampingi anak dalam pergaulan sosial tanpa harus melanggar privasi mereka, serta terus membangun komunikasi terbuka agar anak berani menolak ajakan yang tidak baik.

Terutama perlunya kolaborasi lintas sektoral adalah kunci utama menuju Indonesia Bersih Narkoba. Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan aparat negara, tetapi juga peran aktif tokoh masyarakat, sekolah, dan keluarga. Perjuangan ini bukan sekadar proyek musiman, melainkan perjuangan jangka panjang demi menjaga kedaulatan dan kualitas SDM Indonesia.

Dapat disimpulkan untuk terus memberikan pesan kuat bahwa kesadaran akan bahaya narkoba harus ditingkatkan melalui literasi yang baik. Dengan menyatukan tekad dan memperkuat benteng dari unit terkecil, yaitu keluarga, diharapkan generasi muda Indonesia dapat terlindungi dari ancaman nyata narkoba yang dapat merenggut masa depan mereka. (Fattah Zakaria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....