Kesehatan Mental Anak harus Diperhatikan, Perlu Peran Semua Pihak

  • 11 Mei 2026 07:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kesehatan mental anak di era digital menjadi perhatian serius seiring meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial sejak usia dini. Persoalan ini dibahas dalam Forum Diskusi Publik bertema “Sehat Mental di Era Digital: Mulai dari Ruang Aman bagi Anak” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Komisi I DPR RI.

Penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak pada kondisi psikologis anak. Risiko yang muncul antara lain kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur apabila penggunaan layar tidak dikendalikan dengan baik.

Selain itu, ruang digital juga menyimpan ancaman lain seperti perundungan daring atau cyberbullying, paparan konten negatif, serta konten yang mempromosikan perilaku menyakiti diri sendiri. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak.

Untuk mencegah dampak tersebut, terdapat istilah pola “diet digital”, yakni membatasi waktu layar dan mengatur durasi penggunaan gawai secara proporsional. Anak juga perlu diajak melakukan aktivitas di dunia nyata seperti berolahraga, bermain di luar rumah, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman sebaya.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah menghadirkan regulasi PP Tunas atau PP Nomor 17 Tahun 2025. Aturan tersebut mewajibkan platform digital melakukan verifikasi usia, menyaring konten berbahaya, serta memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Namun demikian, peran keluarga tetap menjadi faktor utama. Orang tua dinilai perlu terlibat aktif dalam mengatur screen time anak melalui kesepakatan bersama, bukan sekadar melarang tanpa penjelasan.

“Biasanya anak-anak itu akan menuntut, ‘Bapak juga harus batasi screen time-nya’. Kita harus menunjukkan keteladanan sebagai orang tua,” ujar Dr. Usman Kansong, Praktisi Komunikasi.

Anak-anak cenderung akan meniru kebiasaan orang tua dalam penggunaan gawai. Karena itu, teladan penggunaan teknologi secara sehat dan seimbang menjadi langkah penting untuk membangun ruang aman bagi anak di rumah. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....