Prabowo Tinjau SMAN 1 Cilacap, Pastikan Revitalisasi dan MBG Berjalan Baik

  • 29 Apr 2026 17:44 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Cilacap, pada Rabu (29/4/2026) siang, tidak hanya melaksanakan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional.Presiden juga menyempatkan diri meninjau langsung hasil revitalisasi bangunan sekolah sekaligus mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di SMA Negeri 1 Cilacap.

Dari hasil peninjauan, presiden menyebut jika revitalisasi dan juga program MBG dinilai berjalan baik dan mendapat respons positif dari para siswa.

Presiden menyebut, jika pendidikan menjadi prioritas dalam pemerintahannya, karena menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa.

"Ini salah satu contoh sekolah yang sudah direnovasi ruang kelas berjumlah tujuh, dan delapan kamar mandi MCK, saya lihat MBG lancar bagus, anak-anak bicara ke saya mereka suka dengan MBG, merek perlu MBG, sangat membantu mereka menghemat uang mereka," kata Presiden Prabowo usai kunjungan ke SMAN 1 Cilacap.

Untuk itu, investasi di bidang pendidikan akan terus diperkuat, dengan tujuan agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan terbaik.

"Sekolah sangat penting, pendidikan adalah kunci kebangkitan kita, Saya akan menruh perhatian dan investasi besar-besaran di bidang pendidikan untuk masa depan semuanya, setiap anak Indonesia harus diberikan pendidikan yang terbaik, mereka yang lulus juga harus kita siapkan dengan pekerjaan yang baik," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi yang mendampingi kunjungan kerja presiden prabowo ke Cilacap menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan diwujudkan salah satunya melalui peningkatan fasilitas sekolah, termasuk revitalisasi SMA Negeri 1 Cilacap.

Pada tahun 2025, sekolah tersebut menjadi salah satu penerima bantuan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan dengan anggaran sebesar Rp1.053.562.000.

Anggaran tersebut untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas meliputi penggantian keramik, perbaikan pintu di sebagian ruang kelas, renovasi plafon, serta pengecatan ulang bangunan. Selain itu, dilakukan pula pembangunan fasilitas toilet untuk siswa kelas XII yang mencakup enam ruang

Kini, fasilitas tersebut telah dimanfaatkan oleh total 1.273 siswa dan juga tenaga pengajar.

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga memberikan dukungan transformasi digital berupa papan interaktif, laptop, serta perangkat penyimpanan data untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi.

Dengan selesainya revitalisasi ini, diharapkan fasilitas sekolah menjadi lebih layak dan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....