Kelas Digital Sahabat Tunas Dorong Anak Bijak Bermedia Digital
- 17 Apr 2026 10:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kementerian Komunikasi dan Digital kembali mengadakan Kelas Digital Sahabat Tunas, kali ini bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada anak tentang penggunaan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.
Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak. Akses internet yang semakin luas membuka peluang pembelajaran, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai sekitar 86 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 juta pengguna merupakan anak-anak, yang menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ruang digital.
Kondisi ini yang mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan PP Tunas sebagai instrumen perlindungan anak. Regulasi ini mengatur pembatasan akses pada platform digital, khususnya bagi anak di bawah usia 16 tahun, guna meminimalisasi paparan terhadap konten berisiko.
Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Strategis Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komdigi, Yudi Syahrial, menekankan pentingnya peran pendampingan dari orang tua dan guru dalam penggunaan media digital oleh anak.
“Saya sangat berharap orang tua dan bapak ibu guru untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak agar bijak menggunakan media sosial. Jika tidak, anak-anak akan mudah terpapar konten negatif,” ujar Yudi Syahrial dalam sambutannya.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan memahami batasan dalam menggunakan ruang digital, seperti tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, berani melaporkan konten berbahaya, serta mampu mengontrol waktu penggunaan perangkat digital.
Selain itu, edukasi melalui kelas digital sahabat tunas ini juga menjadi langkah bijak untuk menekan berbagai risiko di dunia digital, seperti perundungan siber, grooming, hingga pelecehan online yang semakin marak terjadi. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....