PP Tunas: Kesehatan Mental Anak di Era Digital Perlu Dilindungi
- 17 Apr 2026 07:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kesehatan mental anak menjadi isu yang semakin penting di era digital. Paparan informasi yang tidak terbatas, interaksi di media sosial, hingga tekanan lingkungan digital dapat memengaruhi kondisi psikologis anak jika tidak diimbangi dengan pendampingan yang tepat.
Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI, dengan tema “Sehat Mental di Era Digital: Mulai dari Ruang Aman Bagi Anak” menyoroti hal tersebut. Pentingnya menciptakan lingkungan digital yang aman sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental anak.
Saat ini ruang digital semakin kompleks, anak-anak tidak hanya mendapatkan manfaat, tetapi juga menghadapi berbagai ancaman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tingginya angka perundungan online, di mana sekitar 48 persen anak pernah mengalaminya. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada kesehatan mental, seperti munculnya kecemasan, stres, hingga menurunnya rasa percaya diri.
Selain itu, anak-anak juga kerap belum menyadari bahwa jejak digital bersifat permanen. Risiko seperti eksploitasi data pribadi hingga praktik grooming menjadi ancaman nyata yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis anak.
Menjawab hal itu, kebijakan PP Tunas hadir sebagai langkah proaktif dalam melindungi anak di ruang digital. PP Tunas ini ada tidak hanya berfokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan sejak awal agar anak tidak terpapar konten atau platform yang berisiko.
“PP Tunas berupaya mencegah gangguan kesehatan mental sejak dari hulu. Jika orang tua belum sepenuhnya mampu membatasi penggunaan gawai, maka yang dapat dilakukan adalah membatasi akses anak terhadap platform digital tertentu, misalnya dengan pengaturan usia maksimal 16 tahun,” ujar Dr.rer.pol Aditya Batara Gunawan, Akademisi Universitas Bakrie
Upaya menjaga kesehatan mental anak di era digital tidak dapat dilakukan secara searah saja. Diperlukan kesadaran dan langkah proaktif dari berbagai pihak, terutama orang tua sebagai pendamping utama dalam penggunaan teknologi. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....